Masjid Nabawi — Masjid Rasulullah ﷺ di Madinah
Masjid kedua yang paling utama dalam Islam, dibangun langsung oleh Rasulullah ﷺ di Madinah al-Munawwarah pada tahun 1 Hijriah dan menjadi pusat dakwah serta peradaban Islam.
Sejarah Pembangunan
Masjid Nabawi atau Al-Masjid an-Nabawi adalah masjid yang dibangun oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam segera setelah beliau hijrah ke Madinah pada tahun 1 Hijriah (622 M). Lokasinya adalah tempat penambatan unta beliau (Qashwa) yang kemudian beliau beli dari dua anak yatim bani an-Najjar.
Bangunan awal sangat sederhana: dindingnya dari tanah liat, atapnya dari pelepah kurma, dan tiangnya dari batang pohon kurma. Luas awalnya sekitar 35 × 30 meter, dengan tiga pintu, dan menghadap ke Baitul Maqdis (sebelum perubahan kiblat ke Ka'bah). Rasulullah ﷺ sendiri ikut bekerja membangun masjid ini bersama para sahabat.
Masjid Nabawi terus diperluas oleh para khalifah: Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, al-Walid bin Abdul Malik, hingga perluasan terbesar pada masa Kerajaan Arab Saudi yang menjadikannya mampu menampung jutaan jamaah.
Fadhilah Shalat di Masjid Nabawi
Rasulullah ﷺ bersabda:
«Shalat di masjidku ini lebih utama seribu kali daripada shalat di masjid lainnya, kecuali Masjidil Haram» (HR Bukhari 1190 dan Muslim 1394).
Ini berarti satu kali shalat fardhu di Masjid Nabawi setara dengan 1000 kali shalat di masjid biasa. Karena itu jamaah haji dan umrah berusaha sebanyak mungkin menunaikan shalat lima waktu dan shalat sunnah di masjid suci ini.
Raudhah — Salah Satu Taman Surga
Raudhah adalah area khusus di dalam Masjid Nabawi yang terletak antara mimbar Rasulullah ﷺ dan rumah beliau (yang sekarang menjadi makam). Rasulullah ﷺ bersabda:
«Apa yang ada di antara rumahku dan mimbarku adalah salah satu taman dari taman-taman surga, dan mimbarku berada di atas telagaku» (HR Bukhari 1196 dan Muslim 1391).
Area Raudhah saat ini ditandai dengan karpet berwarna hijau yang membedakannya dari karpet merah masjid pada umumnya. Sangat dianjurkan untuk shalat sunnah dan berdoa di Raudhah. Karena keterbatasan ruang dan banyaknya jamaah, sekarang masuk ke Raudhah diatur dengan sistem antrian dan jadwal terpisah untuk laki-laki dan perempuan melalui aplikasi resmi Nusuk.
Adab Berziarah ke Makam Rasulullah ﷺ
Makam Rasulullah ﷺ berada di dalam Masjid Nabawi, tepatnya di kamar (rumah) Aisyah radhiyallahu 'anha. Di sebelah beliau juga dimakamkan Abu Bakar ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhuma. Berikut adab berziarah:
- Berdiri menghadap makam dengan tenang, sopan, dan tidak mengangkat suara.
- Mengucapkan salam: «Assalamu'alaika ya Rasulallah wa rahmatullahi wa barakatuh».
- Bergeser sedikit ke kanan untuk mengucapkan salam kepada Abu Bakar, lalu bergeser lagi untuk Umar radhiyallahu 'anhuma.
- Tidak mengusap-usap dinding atau jeruji makam, tidak mencium, dan tidak thawaf di sekitarnya.
- Tidak berdoa kepada Rasulullah ﷺ atau meminta sesuatu kepada beliau — doa hanya kepada Allah. Boleh berdoa di Masjid Nabawi sambil menghadap kiblat (bukan menghadap makam).
- Tidak menangis berlebihan atau bertingkah yang dapat mengganggu jamaah lain.
Kubah Hijau (Qubbah al-Khadhra')
Kubah hijau yang menjadi ikon Masjid Nabawi tidak ada pada masa Rasulullah ﷺ. Kubah pertama dibangun pada tahun 678 H/1279 M pada masa Sultan al-Manshur Qalawun dari Dinasti Mamluk, dan awalnya berwarna putih. Kubah dicat hijau untuk pertama kali pada masa Sultan Abdul Hamid II dari Khilafah Utsmaniyah sekitar tahun 1837 M, dan sejak itu warna hijau ini terus dipertahankan sebagai ciri khas masjid suci kedua umat Islam.
Ziarah ke Madinah dalam Rangkaian Haji
Ziarah ke Madinah dan Masjid Nabawi bukan termasuk rangkaian wajib haji, tetapi sangat dianjurkan bagi jamaah haji yang memiliki kesempatan. Jamaah haji Indonesia yang dibimbing Kementerian Agama RI biasanya menghabiskan sekitar 8 hari di Madinah untuk menunaikan arba'in — shalat 40 waktu berturut-turut di Masjid Nabawi tanpa terputus.
Tempat-tempat ziarah lain di Madinah yang biasa dikunjungi: Masjid Quba (masjid pertama dalam Islam), Masjid Qiblatain (tempat perubahan kiblat), Jabal Uhud, dan pemakaman Baqi'.
Pelajari lebih lanjut tentang ibadah haji, Ka'bah, dan Masjid Al-Aqsa.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
- Apa keutamaan shalat di Masjid Nabawi?
- Rasulullah ﷺ bersabda: «Shalat di masjidku ini (Masjid Nabawi) lebih utama 1000 kali daripada shalat di masjid lainnya, kecuali Masjidil Haram» (HR Bukhari 1190 dan Muslim 1394). Ini menunjukkan keistimewaan luar biasa shalat di Masjid Nabawi, yang nilainya 1000 kali lipat dibanding shalat di masjid biasa.
- Apa itu Raudhah dan mengapa istimewa?
- Raudhah adalah area di dalam Masjid Nabawi yang terletak antara mimbar dan kamar (rumah) Rasulullah ﷺ (yang sekarang menjadi makam beliau). Rasulullah ﷺ bersabda: «Apa yang ada di antara rumahku dan mimbarku adalah salah satu taman dari taman-taman surga» (HR Bukhari 1196 dan Muslim 1391). Karena itu jamaah haji dan umrah selalu berusaha shalat di Raudhah, yang ditandai dengan karpet berwarna hijau.
- Bagaimana adab berziarah ke makam Rasulullah ﷺ?
- Adab berziarah: (1) Mengucapkan salam dengan suara rendah dan penuh adab — «Assalamu'alaika ya Rasulallah wa rahmatullahi wa barakatuh». (2) Tidak mengangkat suara, mengeluh, atau menangis berlebihan. (3) Tidak mengusap-usap dinding atau jeruji makam dan tidak meminta sesuatu kepada Rasulullah (doa hanya kepada Allah). (4) Mengucapkan salam pula kepada Abu Bakar ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhuma yang dimakamkan di sebelah beliau. (5) Menghadap kiblat saat berdoa, tidak menghadap makam.
- Apakah Kubah Hijau (Qubbah al-Khadhra') dibangun pada masa Rasulullah?
- Tidak. Pada masa Rasulullah ﷺ tidak ada kubah di atas makam beliau. Kubah pertama dibangun pada tahun 678 H/1279 M pada masa Sultan al-Manshur Qalawun, dan awalnya berwarna putih. Kubah dicat hijau pertama kali pada masa Sultan Abdul Hamid II dari Khilafah Utsmaniyah pada tahun 1837 M, dan warna hijau ini telah menjadi ikon Masjid Nabawi hingga sekarang.