Lewati ke konten
Coba Pro Gratis

Masjid Al-Aqsa — Kiblat Pertama, Haram Ketiga

Masjid suci di Al-Quds (Yerusalem) — kiblat pertama umat Islam, titik tujuan perjalanan Isra Rasulullah ﷺ, dan masjid suci ketiga setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Kedudukan Masjid Al-Aqsa dalam Islam

Masjid Al-Aqsa atau Al-Masjidul Aqsa terletak di kota Al-Quds (Yerusalem), Palestina. Nama al-Aqsa berarti "yang terjauh", karena pada masa Nabi ﷺ ia adalah masjid terjauh dari Makkah yang dikenal umat Islam. Masjid ini memiliki tiga kedudukan istimewa dalam Islam: kiblat pertama, titik tujuan Isra, dan masjid suci ketiga.

Kiblat Pertama Umat Islam

Pada awal Islam, Rasulullah ﷺ dan para sahabat shalat menghadap Masjid Al-Aqsa (Baitul Maqdis). Setelah hijrah ke Madinah, mereka tetap menghadap kiblat ini selama sekitar 16 atau 17 bulan. Setelah itu, Allah memerintahkan agar kiblat dialihkan ke Masjidil Haram melalui firman-Nya:

«Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram» (QS Al-Baqarah: 144).

Meskipun kiblat telah dialihkan, kedudukan Masjid Al-Aqsa sebagai kiblat pertama tetap menjadi bagian penting dari sejarah Islam yang harus dijaga oleh setiap muslim.

Peristiwa Isra dan Mi'raj

Pada bulan Rajab tahun ke-10 kenabian, Allah memperjalankan Rasul-Nya dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjid Al-Aqsa di Yerusalem dalam satu malam — peristiwa yang dikenal sebagai Isra. Allah berfirman:

«Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al-Masjidil-Haram ke Al-Masjidil-Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat» (QS Al-Isra: 1).

Di Masjid Al-Aqsa, Rasulullah ﷺ menjadi imam shalat bagi seluruh nabi terdahulu. Kemudian beliau diangkat (Mi'raj) ke langit, bertemu dengan para nabi di setiap lapis langit, dan akhirnya sampai di Sidratul Muntaha — di mana Allah memberikan perintah shalat lima waktu yang menjadi tiang agama umat Islam.

Hadits Tiga Masjid Suci

Rasulullah ﷺ menyebut Masjid Al-Aqsa sebagai salah satu dari tiga masjid suci yang dianjurkan untuk diziarahi:

«Tidak boleh mempersiapkan diri untuk melakukan perjalanan (dengan tujuan ibadah) kecuali ke tiga masjid: Masjidil Haram, Masjidku ini (Masjid Nabawi), dan Masjid Al-Aqsa» (HR Bukhari 1189 dan Muslim 1397).

Hadis ini menunjukkan kedudukan istimewa ketiga masjid suci tersebut dan menjelaskan bahwa hanya kepada ketiga masjid ini umat Islam dianjurkan melakukan perjalanan ibadah khusus.

Sejarah Singkat Masjid Al-Aqsa

Menurut hadis shahih, Masjid Al-Aqsa adalah masjid kedua yang dibangun di muka bumi setelah Masjidil Haram. Abu Dzar al-Ghifari radhiyallahu 'anhu bertanya kepada Nabi ﷺ tentang masjid mana yang pertama dibangun, beliau menjawab: «Masjidil Haram». Kutanya: «Lalu masjid apa?» Beliau menjawab: «Masjid Al-Aqsa». Kutanya: «Berapa lama jarak antara keduanya?» Beliau menjawab: «Empat puluh tahun» (HR Bukhari 3366 dan Muslim 520).

Masjid Al-Aqsa direnovasi besar oleh Nabi Sulaiman 'alaihissalam. Pada masa Khulafa ar-Rasyidin, Khalifah Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu membebaskan Yerusalem secara damai pada tahun 15 H/637 M, dan beliau sendiri yang menerima kunci kota dari Patriark Sophronius. Pembangunan masjid yang kita kenal sekarang dimulai pada masa Khalifah Abdul Malik bin Marwan dan diselesaikan oleh putranya al-Walid sekitar tahun 705 M.

Kubah Batu (Qubbat ash-Sakhrah)

Bangunan berkubah emas yang sangat ikonik di Yerusalem itu sebenarnya bukan Masjid Al-Aqsa, melainkan Kubah Batu (Qubbat ash-Sakhrah) yang dibangun oleh Khalifah Abdul Malik bin Marwan pada tahun 691 M. Bangunan ini melindungi batu suci tempat Rasulullah ﷺ naik mi'raj. Sedangkan Masjid Al-Aqsa yang sebenarnya (Masjid Qibli) berkubah perak/kelabu dan terletak di sisi selatan kompleks Al-Haram asy-Syarif.

Dalam pengertian luas, seluruh kompleks Al-Haram asy-Syarif yang luasnya sekitar 144.000 m² — termasuk Masjid Qibli, Kubah Batu, area Marwani, dan seluruh halaman — semuanya tergolong sebagai Masjid Al-Aqsa.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Mengapa Masjid Al-Aqsa disebut kiblat pertama?
Karena pada awal Islam, Rasulullah ﷺ dan para sahabat shalat menghadap Masjid Al-Aqsa (Baitul Maqdis) di Yerusalem selama kurang lebih 16 bulan setelah hijrah ke Madinah. Setelah itu Allah memerintahkan untuk memalingkan kiblat ke Masjidil Haram di Makkah melalui firman-Nya dalam QS Al-Baqarah 144. Sebelum perintah perubahan kiblat ini, seluruh umat Islam menghadap ke Masjid Al-Aqsa dalam shalat, sehingga ia dikenal sebagai 'kiblat pertama' (al-qiblah al-ula).
Apa hubungan Masjid Al-Aqsa dengan peristiwa Isra dan Mi'raj?
Masjid Al-Aqsa adalah titik tujuan perjalanan Isra (perjalanan malam) Rasulullah ﷺ dari Masjidil Haram di Makkah pada bulan Rajab tahun ke-10 kenabian. Allah berfirman: «Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al-Masjidil-Haram ke Al-Masjidil-Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat» (QS Al-Isra: 1). Dari Masjid Al-Aqsa inilah Nabi ﷺ kemudian naik (Mi'raj) ke langit dan menerima perintah shalat lima waktu.
Apa keutamaan shalat di Masjid Al-Aqsa?
Rasulullah ﷺ menyebutkan Masjid Al-Aqsa sebagai salah satu dari tiga masjid yang khusus dianjurkan untuk diziarahi: «Tidak boleh mempersiapkan diri untuk melakukan perjalanan (dengan tujuan ibadah) kecuali ke tiga masjid: Masjidil Haram, Masjidku ini (Masjid Nabawi), dan Masjid Al-Aqsa» (HR Bukhari 1189 dan Muslim 1397). Shalat di Masjid Al-Aqsa nilainya lebih utama berkali lipat daripada di masjid biasa berdasarkan hadis-hadis lainnya.
Apakah Kubah Batu (Qubbat ash-Sakhrah) sama dengan Masjid Al-Aqsa?
Tidak. Kubah Batu (Qubbat ash-Sakhrah) yang berkubah emas dan menjadi ikon Yerusalem adalah bangunan terpisah yang dibangun oleh Khalifah Abdul Malik bin Marwan pada tahun 691 M. Masjid Al-Aqsa yang sebenarnya adalah masjid berkubah perak (kelabu) yang terletak di sisi selatan kompleks Al-Haram asy-Syarif. Namun, dalam pengertian luas, seluruh kompleks Al-Haram asy-Syarif seluas 144.000 m² — termasuk Masjid Qibli, Kubah Batu, dan area sekitarnya — semuanya termasuk dalam wilayah Masjid Al-Aqsa.

Topik Terkait