Lewati ke konten
Coba Pro Gratis

Kalender Hijriah

Tanggal hijriah hari ini menurut kalender Ummul Qura yang dipakai sebagai standar internasional, lengkap dengan penjelasan 12 bulan hijriah dan empat bulan haram yang dimuliakan dalam Islam.

Tanggal Hijriah Hari Ini

Sabtu, 13 Zulhijah 1447 H H

Bertepatan dengan: Sabtu, 30 Mei 2026

(Format ringkas: 13/12/1447 H) · berdasarkan kalender Ummul Qura

Apa itu kalender hijriah?

Kalender hijriah adalah kalender Islam yang menggunakan peredaran bulan (lunar) sebagai dasar perhitungannya. Satu tahun hijriah terdiri dari 12 bulan qomariyah (lunar) dengan total sekitar 354 hari — lebih pendek 11 hari dari tahun Masehi yang berbasis matahari (solar). Kalender ini dimulai dari peristiwa hijrah Rasulullah ﷺ dari Mekah ke Madinah pada tahun 622 M, dan resmi ditetapkan oleh Khalifah Umar bin Khatab RA sekitar 17 tahun setelah hijrah.

Karena lebih pendek 11 hari dari tahun Masehi, bulan-bulan hijriah berputar maju dalam kalender Masehi — sehingga Ramadan misalnya bisa jatuh di berbagai musim dalam siklus sekitar 33 tahun. Inilah keistimewaan kalender hijriah: setiap muslim akan mengalami puasa Ramadan dalam berbagai musim sepanjang hidupnya.

Bagaimana awal bulan hijriah ditentukan?

Sumber syar'i utama adalah rukyatul hilal (melihat bulan sabit baru) setelah matahari terbenam pada hari ke-29 bulan sebelumnya, sebagaimana sabda Nabi ﷺ: “Berpuasalah kalian karena melihat hilal, dan berbukalah kalian karena melihat hilal. Jika tertutup atas kalian, maka sempurnakanlah bilangan Sya'ban menjadi tiga puluh hari” (HR. Bukhari & Muslim). Jika hilal tidak terlihat, bulan berjalan disempurnakan menjadi 30 hari.

Di Indonesia, Kementerian Agama RI menetapkan awal bulan hijriah — khususnya Ramadan, Syawal, dan Zulhijah — melalui sidang isbat yang menggabungkan hisab (perhitungan astronomi) dan laporan rukyatul hilal dari berbagai titik pengamatan. Muhammadiyah menggunakan metode hisab wujudul hilal, sedangkan NU lebih cenderung pada rukyat. Saudi Arabia memakai kalender Ummul Qura yang berbasis hisab dengan kriteria khusus.

12 Bulan Hijriah

Empat bulan haram (Muharam, Rajab, Zulkaidah, Zulhijah) ditandai khusus — pada bulan ini amal kebaikan dilipatgandakan dan kemaksiatan diberatkan.

1

MuharamBulan Haram

Bulan pertama. Termasuk bulan haram. Di dalamnya terdapat hari Asyura (10 Muharam) — hari diselamatkannya Nabi Musa AS dari Fir'aun, disunnahkan berpuasa.

2

Safar

Artinya "kosong" — dulu orang Arab mengosongkan rumah untuk berperang. Tidak ada ibadah khusus.

3

Rabiul Awal

Bulan kelahiran dan wafatnya Rasulullah ﷺ. Juga bulan hijrah Nabi ke Madinah.

4

Rabiul Akhir

Disebut juga Rabiuts Tsani. Tidak ada ibadah khusus.

5

Jumadil Awal

Artinya "membeku" — dulu air membeku di Jazirah Arab saat ini sebelum Islam.

6

Jumadil Akhir

Disebut juga Jumadits Tsani. Tidak ada ibadah khusus.

7

RajabBulan Haram

Termasuk bulan haram. Pada 27 Rajab diperingati Isra Mi'raj menurut sebagian sejarawan.

8

Syakban

Rasulullah ﷺ banyak berpuasa di bulan ini sebagai persiapan Ramadan. Di pertengahannya ada malam Nisfu Syakban.

9

Ramadan

Bulan puasa wajib, bulan diturunkannya Al-Qur'an. Di dalamnya ada Lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan.

10

Syawal

Diawali Hari Raya Idul Fitri (1 Syawal). Disunnahkan puasa enam hari di bulan ini.

11

ZulkaidahBulan Haram

Termasuk bulan haram. Bangsa Arab dahulu duduk (qa'ada) dari peperangan di bulan ini.

12

ZulhijahBulan Haram

Bulan haji. Di dalamnya ada Hari Arafah (9 Zulhijah), Idul Adha (10 Zulhijah), dan hari Tasyrik (11-13 Zulhijah).

Empat Bulan Haram

Allah ﷻ berfirman: “Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu” (QS. At-Taubah: 36).

Empat bulan haram tersebut dijelaskan Rasulullah ﷺ dalam khutbah haji wada': “Setahun ada dua belas bulan, di antaranya empat bulan haram, tiga berurutan: Zulkaidah, Zulhijah, dan Muharam — serta Rajab Mudhar yang berada antara Jumadil Akhir dan Sya'ban” (HR. Bukhari 4662, Muslim 1679). Pada bulan-bulan ini umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah, sedekah, dan amal sholeh.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Tanggal hijriah hari ini berapa?
Tanggal hijriah hari ini ditampilkan di bagian atas halaman ini, mengikuti perhitungan kalender Ummul Qura yang dipakai sebagai standar internasional (basis Saudi Arabia). Di Indonesia, Kementerian Agama RI menetapkan awal bulan hijriah berdasarkan kombinasi hisab dan rukyatul hilal melalui sidang isbat — sehingga awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah kadang berbeda satu hari dengan Ummul Qura. Untuk keperluan ibadah sehari-hari (puasa sunnah, peringatan), selisih satu hari ini umumnya tidak masalah.
Apa itu bulan haram dalam kalender hijriah?
Bulan haram adalah empat bulan yang dimuliakan Allah ﷻ, yaitu Zulkaidah, Zulhijah, Muharam, dan Rajab. Allah ﷻ berfirman: "Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah … di antaranya empat bulan haram" (QS. At-Taubah: 36). Pada bulan-bulan ini perang dilarang (kecuali untuk membela diri), dan amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya — sementara dosa juga diberatkan. Rasulullah ﷺ bersabda: "Setahun ada dua belas bulan, di antaranya empat bulan haram: tiga berurutan (Zulkaidah, Zulhijah, Muharam) dan Rajab Mudhar yang berada antara Jumadil Akhir dan Syakban" (HR. Bukhari & Muslim).
Mengapa awal bulan hijriah di Indonesia kadang berbeda?
Penyebab utama: Indonesia memakai metode hisab + rukyatul hilal melalui sidang isbat Kemenag, sedangkan negara lain seperti Saudi memakai Ummul Qura (hisab murni dengan kriteria tertentu). Selain itu Muhammadiyah memakai metode hisab wujudul hilal sehingga kadang menetapkan 1 Syawal sehari lebih awal dari NU dan pemerintah. Perbedaan ini wajar dan masing-masing memiliki dasar syar'i — yang terpenting muslim mengikuti keputusan ulama atau pemerintah di wilayahnya, sebagaimana sabda Nabi ﷺ: "Puasa adalah pada hari kalian semua berpuasa, berbuka pada hari kalian semua berbuka" (HR. Tirmidzi 697).
Bagaimana cara konversi tanggal Masehi ke Hijriah?
Rumus pendekatan: Tahun Hijriah ≈ (Tahun Masehi − 622) × 1.0307. Contoh: 2026 M ≈ (2026 − 622) × 1.0307 ≈ 1447 H. Namun untuk hari-tanggal yang presisi, gunakan kalkulator kalender Islam atau aplikasi yang mengikuti Ummul Qura — perhitungan manual kompleks karena satu tahun hijriah hanya 354 hari (lebih pendek 11 hari dari tahun Masehi). Tanggal hijriah hari ini di atas dihitung otomatis menggunakan kalender Ummul Qura via Intl API browser/server.

Tautan terkait