Lewati ke konten
Coba Pro Gratis

Ka'bah — Kiblat Umat Islam

Bangunan suci berbentuk kubus di tengah Masjidil Haram, Makkah al-Mukarramah, yang menjadi kiblat shalat seluruh umat Islam di dunia.

Ka'bah, Rumah Pertama yang Dibangun untuk Manusia

Ka'bah adalah bangunan berbentuk kubus yang terletak di tengah Masjidil Haram, Makkah al-Mukarramah. Tingginya sekitar 13,1 meter, panjang 11,03 meter, dan lebar 12,86 meter. Bangunan ini menjadi kiblat umat Islam dalam shalat lima waktu dan menjadi pusat ibadah haji dan umrah.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: «Sesungguhnya rumah (ibadah) pertama yang dibangun untuk manusia ialah (Baitullah) yang di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam» (QS Ali Imran: 96).

Sejarah Pembangunan Ka'bah

Para ulama berdasarkan riwayat shahih menjelaskan bahwa Ka'bah pertama kali dibangun oleh Nabi Ibrahim 'alaihissalam bersama putranya Nabi Ismail 'alaihissalam atas perintah Allah. Allah berfirman: «Dan (ingatlah) ketika Ibrahim meninggikan (membangun) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): Ya Tuhan kami, terimalah daripada kami (amalan kami); sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui» (QS Al-Baqarah: 127).

Setelah selesai membangun Ka'bah, Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menyeru manusia agar berhaji: «Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh» (QS Al-Hajj: 27).

Ka'bah pernah direnovasi beberapa kali sepanjang sejarah: oleh kaum Quraisy (saat Rasulullah ﷺ berusia 35 tahun dan ikut menyelesaikan perselisihan peletakan Hajar Aswad), oleh Abdullah bin az-Zubair radhiyallahu 'anhu, oleh al-Hajjaj bin Yusuf ats-Tsaqafi, dan terakhir renovasi besar pada masa Kerajaan Arab Saudi.

Hajar Aswad dan Maqam Ibrahim

Hajar Aswad adalah batu hitam yang diletakkan di sudut tenggara Ka'bah, menjadi titik awal dan akhir setiap putaran thawaf. Rasulullah ﷺ bersabda: «Hajar Aswad turun dari surga dalam keadaan lebih putih daripada susu, lalu menghitam karena dosa-dosa anak Adam» (HR Tirmidzi 877, hasan shahih).

Maqam Ibrahim adalah batu yang dahulu menjadi pijakan Nabi Ibrahim 'alaihissalam ketika membangun Ka'bah. Sekarang dilindungi dalam kotak kaca. Allah berfirman: «Dan jadikanlah sebahagian Maqam Ibrahim tempat shalat» (QS Al-Baqarah: 125). Sunnah setelah selesai thawaf adalah shalat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim.

Peristiwa Perubahan Kiblat

Pada awal Islam, Rasulullah ﷺ dan para sahabat di Madinah shalat menghadap Baitul Maqdis (Masjid Al-Aqsa) selama kurang lebih 16 bulan setelah hijrah. Rasulullah ﷺ sebenarnya merindukan agar kiblat dipalingkan ke Ka'bah, dan beliau sering menengadah ke langit menunggu wahyu.

Kemudian turunlah firman Allah: «Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya» (QS Al-Baqarah: 144).

Peristiwa pengalihan kiblat ini terjadi pada bulan Sya'ban tahun ke-2 Hijriah, di sebuah masjid di Madinah yang kemudian dikenal sebagai Masjid Qiblatain (masjid dua kiblat) karena di sanalah Nabi ﷺ memutar arah shalat di tengah-tengah shalat zhuhur.

Kiswah — Kain Penutup Ka'bah

Kiswah adalah kain penutup Ka'bah berwarna hitam yang dihiasi sulaman benang emas berisi ayat-ayat Al-Qur'an dan kalimat tauhid. Tradisi menutupi Ka'bah dengan kain sudah ada sejak masa pra-Islam, dan dilestarikan oleh Rasulullah ﷺ, para khalifah, hingga sekarang oleh pemerintah Kerajaan Arab Saudi.

Kiswah baru dibuat setiap tahun di Pabrik Kiswah Khusus di Makkah, menggunakan sutra murni sekitar 670 kg dan benang emas serta perak. Pemasangan kiswah baru menggantikan yang lama dilakukan pada 1 Muharram. Kiswah lama biasanya dipotong-potong dan dihadiahkan kepada tokoh-tokoh penting dan tamu kehormatan.

Adab Mengunjungi Ka'bah

  • Memperbanyak doa, dzikir, dan shalawat saat memandang Ka'bah, karena ini termasuk waktu mustajab.
  • Memulai thawaf dari arah Hajar Aswad dengan posisi Ka'bah di sebelah kiri.
  • Mengusap atau mencium Hajar Aswad jika memungkinkan; jika berdesakan, cukup memberi isyarat tangan sambil bertakbir.
  • Tidak menyakiti sesama muslim dalam berebut mencium Hajar Aswad atau Rukun Yamani.
  • Memperbanyak shalat sunnah di Hijir Isma'il yang dianggap bagian dari Ka'bah.

Mempelajari lebih dalam tentang ibadah haji dan tentang Masjid Al-Aqsa sebagai kiblat pertama umat Islam.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu Ka'bah dan siapa yang membangunnya?
Ka'bah adalah bangunan berbentuk kubus di tengah Masjidil Haram, Makkah al-Mukarramah, yang menjadi kiblat umat Islam dalam shalat. Ka'bah dibangun pertama kali oleh Nabi Ibrahim dan putranya Nabi Ismail 'alaihimas-salam atas perintah Allah, sebagaimana firman-Nya: «Dan (ingatlah) ketika Ibrahim meninggikan (membangun) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): Ya Tuhan kami, terimalah daripada kami (amalan kami); sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui» (QS Al-Baqarah: 127).
Apa keistimewaan Hajar Aswad?
Hajar Aswad adalah batu hitam yang diletakkan di sudut tenggara Ka'bah, menjadi titik awal dan akhir thawaf. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa batu itu turun dari surga dalam keadaan putih, lalu menghitam karena dosa-dosa anak Adam (HR Tirmidzi 877). Mencium atau mengusapnya adalah sunnah, tetapi jangan menyakiti saudara muslim demi mencapainya, sebagaimana pesan Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu: «Sesungguhnya engkau adalah batu, tidak dapat memberi mudarat maupun manfaat. Seandainya aku tidak melihat Rasulullah ﷺ menciummu, niscaya aku tidak akan menciummu» (HR Bukhari 1597).
Bagaimana kisah perubahan arah kiblat?
Pada awal Islam, Rasulullah ﷺ dan para sahabat shalat menghadap Baitul Maqdis (Masjid Al-Aqsa) selama kurang lebih 16 bulan setelah hijrah ke Madinah. Kemudian Allah memerintahkan untuk mengalihkan kiblat ke Masjidil Haram (Ka'bah) melalui firman-Nya: «Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya» (QS Al-Baqarah: 144). Peristiwa ini terjadi pada tahun ke-2 Hijriah di Masjid Bani Salimah, yang kemudian dikenal sebagai Masjid Qiblatain.
Apa itu kiswah Ka'bah?
Kiswah adalah kain penutup Ka'bah berwarna hitam dengan sulaman emas ayat-ayat Al-Qur'an dan kalimat tauhid. Kiswah baru dibuat setiap tahun dan dipasang menggantikan yang lama pada 1 Muharram (sebelumnya pada 9 Dzulhijjah). Pembuatannya dilakukan di Pabrik Kiswah Khusus di Makkah dengan teknologi modern, melibatkan ratusan pengrajin dan kaligrafer, menggunakan sutra murni dan benang emas dan perak. Tradisi menutupi Ka'bah sudah ada sejak zaman pra-Islam dan dilestarikan oleh para khalifah hingga sekarang oleh Kerajaan Arab Saudi.

Topik Terkait