Sholat Idul Fitri: Waktu, Jumlah Rakaat, Takbir, dan Tata Cara
Sholat Id (Salat al-Eid) adalah salah satu ibadah komunal terbesar dalam Islam — dikerjakan dua kali setahun: di akhir Ramadhan (Idul Fitri) dan pada 10 Dzulhijjah (Idul Adha). Sholat ini terdiri dari 2 rakaat dengan takbir tambahan, dan diikuti khutbah. Panduan ini membahas seluruh detail: waktu, niat, tata cara langkah demi langkah, bacaan takbir, alur khutbah, dan beda Idul Fitri vs Idul Adha — semuanya dalam konteks praktik Indonesia.
Ringkasan Cepat
- Waktu: Setelah matahari terbit (15-20 menit) → sebelum Dzuhur. Biasanya 06.30-08.00 WIB
- Rakaat: 2 rakaat — dibedakan oleh takbir tambahan
- Takbir (Syafi'i — dominan di Indonesia): 7 di rakaat 1 + 5 di rakaat 2 (sebelum Al-Fatihah)
- Takbir (Hanafi): 3 di rakaat 1 (sebelum Al-Fatihah) + 3 di rakaat 2 (sebelum ruku')
- Khutbah: Setelah sholat (kebalikan dari Jumat)
- Tidak ada: adzan dan iqamah
- Hukum: Sunnah Muakkadah (Syafi'i/Maliki) atau Wajib (Hanbali/Hanafi)
Apa itu sholat Idul Fitri?
Sholat Id (Salat al-Eid — صلاة العيد) adalah sholat komunal yang dilakukan pagi hari raya. Rasulullah ﷺ memimpin sholat Id bersama seluruh kaum muslimin — laki-laki, perempuan, dan anak-anak — di lapangan terbuka di luar Madinah yang disebut musholla. Bahkan perempuan yang sedang haid diperintahkan hadir, meski tidak ikut sholat.
“Kami diperintahkan keluar — bahkan perempuan yang haid — untuk menghadiri sholat Id dan menyaksikan perkumpulan kaum muslimin, hanya saja perempuan haid menjauh dari tempat sholat.”
— HR Bukhari 324, dari Ummu Athiyyah RA
Hadits ini menunjukkan sifat komunal Idul Fitri — bukan sekadar sholat, tapi perayaan dan perkumpulan seluruh umat. Inilah yang mendasari tradisi Indonesia menggelar sholat Id di lapangan terbuka, GOR, atau jalan-jalan yang ditutup, agar bisa menampung ribuan jamaah dengan suasana komunal yang khidmat.
Kapan waktu sholat Idul Fitri?
Jendela waktu sholat Id sama dengan sholat dhuha: dimulai sekitar 15-20 menit setelah matahari terbit (ketika matahari sudah setinggi tombak di atas ufuk) dan berakhir sebelum matahari sampai puncak (masuk waktu Dzuhur).
| Sholat | Waktu Umum (Indonesia) | Alasan |
|---|---|---|
| Idul Fitri (1 Syawal) | 06.30-08.00 WIB | Sedikit lebih siang — memberi waktu untuk pembagian zakat fitrah sebelum sholat; Rasulullah ﷺ juga mengakhirkan (HR Ibnu Majah 1317) |
| Idul Adha (10 Dzulhijjah) | 06.00-07.00 WIB | Lebih awal — agar tersedia waktu maksimal untuk penyembelihan kurban sebelum siang; Rasulullah ﷺ menyegerakan (HR Ibnu Majah 1317) |
Sunnah sebelum berangkat sholat Id
Idul Fitri (1 Syawal)
- ✓ Mandi besar sebelum berangkat
- ✓ Makan kurma dalam jumlah ganjil sebelum berangkat (Rasulullah ﷺ tidak keluar sebelum makan kurma — HR Bukhari 953)
- ✓ Pakai pakaian terbaik (boleh baju koko, gamis, atau pakaian terbaik lainnya)
- ✓ Pastikan zakat fitrah sudah dibayar sebelum sholat
- ✓ Lewat satu jalan berangkat, jalan beda saat pulang (HR Bukhari 986)
- ✓ Takbir mursal di sepanjang perjalanan
Idul Adha (10 Dzulhijjah)
- ✓ Mandi besar sebelum berangkat
- ✓ Tidak makan dulu sebelum sholat — makan dari daging kurban setelahnya (HR Tirmidzi 542)
- ✓ Pakai pakaian terbaik
- ✓ Tidak memotong rambut/kuku dari 1 Dzulhijjah sampai setelah menyembelih (bagi yang berkurban)
- ✓ Takbir Tasyriq dilantangkan di perjalanan
- ✓ Lewat jalan berbeda saat berangkat dan pulang
Niat sholat Idul Fitri
أُصَلِّي سُنَّةً لِعِيدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُومًا لِلَّهِ تَعَالَى
Latin (sebagai makmum):Ushalli sunnatan li 'iidil fithri rak'ataini ma'muuman lillaahi ta'aalaa.
Arti:“Saya niat sholat sunnah Idul Fitri dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta'ala.”
Jika menjadi imam: ganti ma'muuman menjadi imaaman. Jika sholat sendiri: cukup Ushalli sunnatan li 'iidil fithri rak'ataini lillaahi ta'aalaa.
Cara sholat Idul Fitri langkah demi langkah
Sholat Id adalah 2 rakaat. Strukturnya seperti sholat 2 rakaat biasa, hanya saja ada takbir tambahan. Tidak ada adzan dan iqamah untuk sholat Id.
Cara A — Mazhab Syafi'i (7 + 5 Takbir) — Dominan di Indonesia
Rakaat 1:
- Takbiratul ihram (Allahu Akbar) — niat sholat Id dalam hati, mulai sholat
- Doa iftitah (Subhaanaka Allahumma wa bihamdika...) — pelan
- 7 takbir tambahan — ucapkan “Allahu Akbar” 7 kali, angkat tangan sejajar bahu di setiap takbir
- Di antara takbir: jeda sebentar, boleh baca pelan: “Subhanallah walhamdulillah wa laa ilaaha illallah wallaahu akbar”
- Baca Al-Fatihah, lalu surat (sunnah: Surat Al-A'la atau Qaaf)
- Ruku', i'tidal, sujud, jalsah, sujud — selesaikan rakaat seperti biasa
Rakaat 2:
- Bangkit dari sujud — berdiri untuk rakaat 2
- 5 takbir tambahan — ucapkan “Allahu Akbar” 5 kali dengan jeda singkat
- Baca Al-Fatihah, lalu surat (sunnah: Surat Al-Ghasyiyah atau Al-Qamar)
- Ruku', sujud, tasyahud, salam — selesaikan seperti biasa
Dalil: HR Abu Dawud 1149; dikuatkan banyak sanad
Cara B — Mazhab Hanafi (3 + 3 Takbir)
Rakaat 1:
- Takbiratul ihram
- Doa iftitah (Tsana / Subhaanaka Allahumma...)
- 3 takbir tambahan — jeda singkat antar takbir; tangan turun ke samping antar takbir (tidak dilipat)
- Setelah takbir ke-3: lipat tangan dan baca Al-Fatihah + surat
- Ruku', sujud — selesaikan rakaat seperti biasa
Rakaat 2:
- Baca Al-Fatihah + surat dulu
- Sebelum ruku': 3 takbir tambahan
- Takbir ke-4 untuk ruku' — turun ruku'
- Selesaikan sujud, tasyahud, salam seperti biasa
Khutbah — Setelah Sholat, Bukan Sebelumnya
Perbedaan penting: berbeda dengan sholat Jumat (khutbah sebelum sholat), khutbah Id dilakukan setelah sholat. Rasulullah ﷺ sholat dulu, baru menyampaikan khutbah sambil berdiri di tanah (tidak ada mimbar di musholla awal).
“Nabi ﷺ keluar pada hari Idul Fitri dan Idul Adha, mulai dengan sholat, lalu menghadap jamaah dan menyampaikan khutbah sementara mereka tetap di shafnya.”
— HR Bukhari 962, dari Ibnu Abbas RA
Menghadiri khutbah
Khutbah Id sunnah untuk dihadiri — jamaah dianjurkan tetap di tempat. Tapi tidak seperti khutbah Jumat, khutbah Id tidak wajib dihadiri; yang sudah sholat lalu pulang tidak berdosa. Rasulullah ﷺ bersabda: “Siapa ingin duduk untuk khutbah, hendaklah ia duduk; siapa ingin pergi, hendaklah ia pergi.” (HR Abu Dawud 1155). Walau begitu, etika di Indonesia: tetap tinggal kecuali ada kebutuhan mendesak.
Tidak ada adzan dan iqamah
Sholat Id tidak punya adzan maupun iqamah — sunnah yang kuat dari banyak sahabat (HR Muslim 887). Sholat dimulai begitu imam membuka dengan takbiratul ihram. Ini membedakannya dari lima sholat fardhu. Di Indonesia, biasanya hanya ada pengumuman dari panitia “sholat akan segera dimulai” tanpa adzan/iqamah.
Takbir Tasyriq — Khusus Idul Adha
Pada hari-hari Idul Adha dan Tasyriq (9-13 Dzulhijjah), ada takbir khusus yang dibaca lantang setelah setiap sholat fardhu:
Takbir Tasyriq
اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
Allahu Akbar, Allahu Akbar, laa ilaaha illallah, wallaahu Akbar, Allahu Akbar wa lillaahil hamd.
“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dan segala puji bagi Allah.”
| Mazhab | Kapan Dibaca | Siapa yang Membaca |
|---|---|---|
| Hanafi | Setelah Subuh 9 Dzulhijjah → Ashar 13 Dzulhijjah (Wajib) | Laki-laki berjamaah lantang; perempuan pelan |
| Syafi'i | Setelah Dzuhur 10 Dzulhijjah → Ashar 13 Dzulhijjah | Semua — laki-laki lantang, perempuan pelan |
| Hanbali | Setelah Subuh 9 Dzulhijjah → Ashar 13 Dzulhijjah | Semua — laki-laki lantang |
| Maliki | Setelah Dzuhur 10 Dzulhijjah → Subuh 13 Dzulhijjah | Semua dalam berjamaah |
Idul Fitri vs Idul Adha — Perbedaan Pokok
| Aspek | Idul Fitri | Idul Adha |
|---|---|---|
| Tanggal | 1 Syawal (akhir Ramadhan) | 10 Dzulhijjah (musim haji) |
| Waktu sholat | Sedikit lebih siang (06.30-08.00 WIB) | Lebih awal (06.00-07.00 WIB) |
| Sebelum sholat | Makan kurma (sunnah) | Tidak makan sampai setelah kurban |
| Tata cara sholat | 2 rakaat dengan takbir tambahan | 2 rakaat dengan takbir tambahan (sama persis) |
| Kewajiban khusus | Zakat fitrah — sebelum sholat Id | Kurban (Udhiyah) — sebelum maghrib 13 Dzulhijjah |
| Takbir Tasyriq | Tidak ada | Setelah setiap sholat fardhu, 9-13 Dzulhijjah |
| Durasi hari raya | 1 hari (tradisi Indonesia: cuti bersama beberapa hari) | 4 hari (10-13 Dzulhijjah) — Hari Tasyriq |
Tradisi Indonesia: takbiran, mudik, halal bihalal
Sholat Idul Fitri di Indonesia tidak berdiri sendiri — ia berpadu dengan rangkaian tradisi nusantara yang khas:
Takbiran malam Idul Fitri
Setelah Maghrib di akhir Ramadhan, masjid-masjid mengumandangkan takbir semalam suntuk. Tradisi pawai obor di sebagian daerah. Dasarnya: takbir mursal sejak terbenam matahari 29/30 Ramadhan sampai imam takbiratul ihram sholat Id.
Mudik dan silaturahim
Tradisi mudik (pulang kampung) untuk sholat Id bersama orang tua adalah ekspresi birrul walidain (berbakti pada orang tua). Setelah sholat, tradisi sungkeman dan silaturahim ke kerabat — disebut halal bihalal — adalah kekhasan Indonesia.
Sholat di lapangan terbuka
Mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ yang sholat Id di musholla (lapangan), banyak kota Indonesia menggelar sholat Id di alun-alun, lapangan sepak bola, atau jalan yang ditutup. Khotbah disampaikan dengan pengeras suara lapangan.
Sidang isbat Kemenag
Penetapan 1 Syawal (kapan sholat Id) di Indonesia mengikuti sidang isbat Kementerian Agama RI yang menggabungkan hisab dan rukyat (BHR — Badan Hisab Rukyat). Diumumkan di malam 29 Ramadhan.
Jika Sholat Id Terlewat
Jika datang terlambat atau melewatkan berjamaah sama sekali:
Datang saat imam ruku'
Ikuti sholat. Mayoritas: jika ketemu imam dalam ruku' di rakaat manapun, Anda dianggap sudah ketemu rakaat itu. Jangan tambahkan takbir tambahan saat ruku' — cukup ikuti imam. Setelah salam, qadha rakaat yang terlewat lengkap dengan takbir tambahannya.
Terlewat sholat sepenuhnya
Mazhab Syafi'i/Hanbali (dominan di Indonesia): Sholat sendiri 2 rakaat dengan takbir tambahan — di rumah atau di mana saja. Sah.
Mazhab Hanafi: Sholat Id harus berjamaah — tidak bisa qadha sendiri. Sebagai pengganti: sholat 4 rakaat nafl sebagai tanda hari raya.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Jam berapa sholat Idul Fitri?
Sholat Idul Fitri dimulai kira-kira 15-20 menit setelah matahari terbit (saat matahari sudah setinggi tombak) dan harus selesai sebelum matahari mencapai puncaknya (masuk Dzuhur). Praktik umum di Indonesia: pukul 06.30-08.00 WIB di lapangan atau masjid. Sebagian masjid besar menggelar dua atau tiga sesi (06.00, 07.00, 08.00) untuk menampung jamaah yang banyak.
Berapa rakaat sholat Idul Fitri?
Sholat Id (baik Idul Fitri maupun Idul Adha) adalah 2 rakaat. Bedanya dari sholat biasa: ada takbir tambahan. Menurut Mazhab Syafi'i (yang dominan di Indonesia): 7 takbir tambahan di rakaat pertama (setelah doa iftitah, sebelum Al-Fatihah) dan 5 takbir tambahan di rakaat kedua (setelah berdiri, sebelum Al-Fatihah). Mazhab Hanafi: 3 takbir tambahan di rakaat pertama (sebelum Al-Fatihah) dan 3 di rakaat kedua (setelah Al-Fatihah, sebelum ruku').
Apakah sholat Idul Fitri wajib?
Mazhab Syafi'i (dominan di Indonesia): Sunnah Muakkadah — sangat dianjurkan, tidak wajib. Mazhab Hanbali dan pendapat kuat Hanafi: Wajib (di bawah fardhu, di atas sunnah biasa). Mazhab Maliki: Sunnah Muakkadah. Tidak ada satu mazhab pun yang menyetarakan dengan sholat 5 waktu. Praktik di Indonesia: semua kalangan menganggap sangat penting — meninggalkannya tanpa udzur dianggap tercela.
Bolehkah sholat Idul Fitri di rumah?
Sholat Id idealnya dilakukan berjamaah besar (di lapangan atau masjid). Jika terlewat berjamaah — karena sakit, halangan, atau tidak ada masjid terdekat — mayoritas ulama Syafi'i membolehkan sholat sendiri di rumah: 2 rakaat dengan takbir tambahan. Mazhab Hanafi: harus berjamaah, tidak boleh sendiri (sebagai ganti: sholat 4 rakaat nafl sebagai tanda hari raya).
Apa bacaan takbir sholat Id?
Takbir tambahan adalah 'Allahu Akbar' diucapkan dengan jeda singkat antar takbir. Dalam Mazhab Syafi'i, kedua tangan diangkat sejajar bahu di setiap takbir. Di antara takbir, boleh baca pelan: 'Subhanallah, walhamdulillah, wa laa ilaaha illallah, wallahu akbar'. Adapun takbir hari raya (yang dikumandangkan malam takbiran dan jalan ke masjid): 'Allahu Akbar, Allahu Akbar, laa ilaaha illallah, wallahu Akbar, Allahu Akbar wa lillaahil hamd'.
Apa beda sholat Idul Fitri dan Idul Adha?
Tata cara sholatnya sama persis — 2 rakaat dengan takbir tambahan yang sama. Bedanya: (1) Waktu — Idul Adha lebih awal (06.00-07.00) supaya cepat dilanjut penyembelihan kurban; Idul Fitri sedikit lebih siang (06.30-08.00). (2) Sebelum sholat — Idul Fitri: makan kurma ganjil sebelum berangkat (sunnah Rasulullah ﷺ). Idul Adha: tidak makan dulu, makan dari daging kurban setelah sholat. (3) Takbir — Idul Adha punya takbir Tasyriq khusus yang dibaca setelah setiap sholat fardhu dari 9 hingga 13 Dzulhijjah.
Panduan Terkait
Rencanakan pagi Id Anda di sekitar waktu sholat
Cek waktu syuruq dan Dzuhur di kota Anda — jendela sholat Id ada di antara keduanya.
Lihat waktu sholat saya →