Lewati ke konten
Coba Pro Gratis

Cara Sholat: Panduan Lengkap Langkah demi Langkah dengan Bacaan

Oleh Editorial Lead, Prayer Times Near Me12 menit baca

Sholat (Arab: الصلاة) adalah rukun Islam kedua — lima ibadah harian yang waktunya terikat pada posisi matahari. Panduan ini membahas setiap gerakan, bacaan di setiap posisi, dan jumlah rakaat tiap sholat. Cocok untuk mualaf, anak yang baru belajar, atau muslim yang ingin menyegarkan ilmu sholatnya.

Syarat — Suci, Pakaian, dan Menghadap Kiblat

Sholat memiliki tiga syarat lahir yang harus dipenuhi sebelum memulai. Jika salah satu tidak terpenuhi, sholat tidak sah dan wajib diulang ketika syaratnya sudah dipenuhi.

1 — Wudhu (Bersuci)

Wudhu mensucikan dari hadats kecil (hadats asghar). Empat fardhu wudhu adalah: membasuh wajah satu kali, membasuh kedua tangan sampai siku satu kali, mengusap minimal sebagian kepala, dan membasuh kedua kaki sampai mata kaki satu kali. Sunnahnya: setiap basuhan dilakukan tiga kali secara berurutan.

  1. Niat (niyyah) — dalam hati: bersuci untuk sholat
  2. Membasuh kedua telapak tangan tiga kali
  3. Berkumur tiga kali (madhmadhah)
  4. Memasukkan air ke hidung lalu mengeluarkannya tiga kali (istinsyaq)
  5. Membasuh wajah tiga kali — dari tumbuh rambut hingga dagu, dari telinga ke telinga
  6. Membasuh tangan kanan sampai siku tiga kali, lalu tangan kiri
  7. Mengusap kepala sekali (mash ar-ra's)
  8. Mengusap kedua telinga (luar dan dalam) dengan sisa air
  9. Membasuh kaki kanan sampai mata kaki tiga kali, lalu kaki kiri

Wudhu tetap sah selama belum batal. Pembatal wudhu antara lain: keluar sesuatu dari qubul atau dubur (kentut, kencing, buang air), tidur lelap, hilang akal, dan — menurut Mazhab Syafi'i — bersentuhan kulit dengan lawan jenis bukan mahram. Jika wudhu Subuh masih ada dan belum batal, sah dipakai untuk sholat Dzuhur.

2 — Menutup Aurat (Satrul-'Aurah)

Laki-laki wajib menutup dari pusar sampai bawah lutut. Perempuan wajib menutup seluruh tubuh kecuali wajah dan kedua telapak tangan (menurut mayoritas mazhab). Pakaian yang ketat, tipis tembus pandang, atau memperlihatkan warna kulit tidak memenuhi syarat ini.

3 — Menghadap Kiblat

Kiblat adalah arah Ka'bah di Makkah. Dari Indonesia, kiblat menghadap barat laut (sekitar 290-295° dari utara untuk Pulau Jawa). Gunakan kompas arah kiblat kami untuk menentukan kompas yang tepat dari lokasi Anda.

Jumlah Rakaat per Sholat

Setiap sholat fardhu terdiri dari sejumlah rakaat(satu siklus berdiri, ruku', dua sujud). Tabel di bawah menunjukkan rakaat wajib (fardhu) dan rakaat sunnah muakkad (sunnah rawatib) yang menyertainya.

SholatArabSunnah QabliyahFardhuSunnah Ba'diyahWaktu
Subuhالفجر22Fajar
Dzuhurالظهر442Tengah hari
Asharالعصر4Sore
Maghribالمغرب32Setelah matahari terbenam
Isyaالعشاء42Malam

Ingin tahu waktu sholat hari ini di kota Anda? Cek Jadwal Sholat hari ini untuk Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya — semua dihitung dengan metode resmi Kemenag RI (Sudut Subuh 20°, Isya 18°).

Enam Posisi dalam Sholat

Setiap rakaat melewati enam posisi fisik yang khas. Kartu di bawah menunjukkan setiap posisi dengan nama Arab, deskripsi gerakan, dan bacaan yang dilafadzkan.

1

Berdiri (Qiyam)

القيام

Berdiri tegak menghadap kiblat, kedua kaki selebar bahu. Angkat kedua tangan sejajar telinga sambil mengucapkan takbiratul ihram: "Allahu Akbar". Lalu lipat tangan kanan di atas tangan kiri di dada atau di atas pusar (tergantung mazhab). Ini adalah awal setiap rakaat.

Yang Dibaca

Doa iftitah (sunnah)

Allahumma baa'id baynii wa bayna khathaayaaya kamaa baa'adta baynal masyriqi wal maghrib... (atau: Subhanaka Allahumma wa bihamdika, wa tabarakasmuka, wa ta'ala jadduka, wa la ilaha ghayruk).

Ta'awudz

A'udzubillaahi minasy syaithaanir rajiim.

Al-Fatihah (wajib setiap rakaat)

Bismillaahir rahmaanir rahiim. Alhamdu lillaahi rabbil 'aalamiin. Ar-rahmaanir rahiim. Maaliki yawmid diin. Iyyaaka na'budu wa iyyaaka nasta'iin. Ihdinash shiraathal mustaqiim. Shiraathal ladziina an'amta 'alaihim ghairil maghdhuubi 'alaihim wa ladh dhaalliin. [Aamiin].

Surat pilihan (rakaat 1 & 2)

Sunnahnya membaca surat atau ayat Al-Qur'an setelah Al-Fatihah pada dua rakaat pertama. Contoh: Surat Al-Ikhlas — Qul huwallahu ahad. Allahush shamad. Lam yalid wa lam yuulad. Wa lam yakul lahuu kufuwan ahad.

2

Ruku' (Membungkuk)

الركوع

Ucapkan "Allahu Akbar" sambil membungkuk hingga punggung lurus sejajar tanah. Kedua tangan memegang lutut, jari-jari terbuka. Kepala lurus dengan punggung — tidak diangkat atau ditundukkan. Diamlah (tuma'ninah) minimal selama satu tarikan napas.

Yang Dibaca

Tasbih ruku' (minimal 3×)

Subhaana Rabbiyal 'Azhiim (Maha Suci Rabb-ku Yang Maha Agung).

3

I'tidal (Bangkit dari Ruku')

الاعتدال

Bangkit tegak sambil mengucapkan "Sami'allaahu liman hamidah" (Allah mendengar siapa yang memuji-Nya). Setelah berdiri sempurna, ucapkan tahmid di bawah ini. Kedua tangan turun ke samping. Posisi ini wajib dilakukan dengan tuma'ninah — bukan sekadar transisi cepat, melainkan rukun sholat tersendiri.

Yang Dibaca

Saat bangkit

Sami'allaahu liman hamidah.

Tahmid setelah berdiri

Rabbanaa wa lakal hamdu, hamdan katsiiran thayyiban mubaarakan fiih.

4

Sujud

السجود

Ucapkan "Allahu Akbar" sambil turun sujud di atas tujuh anggota: dahi + hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan ujung jari kedua kaki. Siku diangkat dari lantai, lengan menjauh dari badan. Dahi menempel sempurna ke lantai — tidak menggantung. Tuma'ninah minimal satu tarikan napas. Setiap rakaat memuat dua kali sujud.

Yang Dibaca

Tasbih sujud (minimal 3×)

Subhaana Rabbiyal A'laa (Maha Suci Rabb-ku Yang Maha Tinggi).

Doa pilihan (sujud adalah waktu mustajab)

Allahummaghfir lii, warhamnii, wahdinii, wa 'aafinii, warzuqnii (Ya Allah, ampuni aku, sayangi aku, beri petunjuk, beri keselamatan, dan beri rezeki).

5

Duduk Antara Dua Sujud (Jalsah)

الجلسة

Setelah sujud pertama, bangkit ke posisi duduk sambil ucapkan "Allahu Akbar". Duduk di atas kaki kiri (iftirasy), telapak kaki kanan tegak. Diamlah sempurna — bukan sekadar mantul. Lalu turun lagi untuk sujud kedua. Posisi duduk ini wajib dilakukan dengan tuma'ninah.

Yang Dibaca

Doa antara dua sujud

Rabbighfir lii, warhamnii, wajburnii, warfa'nii, warzuqnii, wahdinii, wa 'aafinii, wa'fu 'annii (Ya Rabb, ampuni aku, sayangi aku, cukupkan aku, angkat derajatku, beri rezeki, beri petunjuk, beri keselamatan, dan maafkan aku).

6

Tasyahud Akhir

التشهد

Di rakaat terakhir (dan di rakaat ke-2 untuk sholat 4 rakaat) duduk dalam posisi tasyahud: kaki kiri di bawah pantat (tawarruk untuk tasyahud akhir, iftirasy untuk tasyahud awal), kaki kanan tegak, jari mengarah ke kiblat. Angkat telunjuk kanan saat mengucapkan "illallah" sebagai syahadat tauhid. Sholat ditutup dengan salam ke kanan: "Assalaamu 'alaikum wa rahmatullah", lalu ke kiri.

Yang Dibaca

Tasyahud

At-tahiyyaatul mubaarakaatush shalawaatuth thayyibaatu lillaah. As-salaamu 'alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuh. As-salaamu 'alainaa wa 'alaa 'ibaadillaahish shaalihiin. Asyhadu an laa ilaaha illallaah wa asyhadu anna Muhammadan rasuulullaah.

Shalawat Ibrahimiyah (tasyahud akhir)

Allahumma shalli 'alaa Muhammad wa 'alaa aali Muhammad, kamaa shallaita 'alaa Ibraahiima wa 'alaa aali Ibraahiim, innaka hamiidum majiid. Allahumma baarik 'alaa Muhammad wa 'alaa aali Muhammad, kamaa baarakta 'alaa Ibraahiima wa 'alaa aali Ibraahiim, innaka hamiidum majiid.

Salam (mengakhiri sholat)

Assalaamu 'alaikum wa rahmatullah (ke kanan, lalu ke kiri).

Alur Satu Rakaat Penuh

Berikut urutan satu rakaat lengkap, persis seperti yang berlaku saat dipraktikkan:

  1. Niat— niat dalam hati untuk sholat apa dan berapa rakaat. Tidak perlu dilafadzkan (boleh dilafadzkan pelan menurut Mazhab Syafi'i, tapi cukup di hati menurut mazhab lain).
  2. Takbiratul Ihram— angkat kedua tangan sejajar telinga sambil ucapkan “Allahu Akbar”. Takbir pembuka ini memasukkan Anda ke dalam sholat. Mulai saat ini, semua ucapan dan gerakan duniawi dilarang.
  3. Qiyam— baca doa iftitah, ta'awudz, Surat Al-Fatihah, dan surat tambahan (pada dua rakaat pertama).
  4. Ruku'— membungkuk, ucapkan “Allahu Akbar”, baca tasbih 3 kali atau lebih.
  5. I'tidal— bangkit tegak sambil “Sami'allaahu liman hamidah”, diam sebentar, baca tahmid.
  6. Sujud pertama— “Allahu Akbar”, turun sujud di atas tujuh anggota, baca tasbih 3 kali atau lebih.
  7. Duduk (jalsah)— bangkit duduk sambil “Allahu Akbar”, diamlah, baca doa antara dua sujud.
  8. Sujud kedua — ulangi langkah 6.
  9. Bangkit untuk rakaat berikutnya atau duduk tasyahud — dalam sholat 2 rakaat, duduk tasyahud setelah sujud kedua rakaat ke-2. Dalam sholat 3 atau 4 rakaat, duduk tasyahud awal di akhir rakaat ke-2 (tanpa shalawat), lalu berdiri lanjut.
  10. Tasyahud Akhir & Salam — di rakaat terakhir, duduk tasyahud, baca tasyahud lengkap + shalawat Ibrahimiyah, lalu salam ke kanan dan ke kiri.

5 Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Sholat

1 — Terburu-buru di Setiap Gerakan

Tuma'ninah (diam tenang di setiap posisi) adalah rukun sholat. Rasulullah ﷺ menyuruh sahabat yang sholatnya terburu-buru: “Kembalilah dan sholatlah, karena engkau belum sholat” (HR Bukhari 793). Setiap posisi — terutama ruku', i'tidal, dan sujud — harus dihentikan hingga tubuh benar-benar tenang.

2 — Tidak Berdiri Sempurna di I'tidal

Banyak orang langsung turun sujud dari ruku' tanpa berhenti tegak. I'tidal adalah rukun mandiri, bukan transisi. Punggung harus kembali tegak sempurna dan tubuh harus tenang sebelum turun ke sujud.

3 — Sujud yang Tidak Sempurna (Dahi Tidak Menempel)

Dahi harus menempel di tempat sujud dengan tekanan yang cukup sehingga hidung ikut menyentuh. Mengangkat dahi sedikit di atas sajadah — meski tanpa sengaja — membatalkan sujud. Tujuh anggota sujud harus menempel ke lantai semuanya bersamaan.

4 — Tidak Menjeda Duduk antara Dua Sujud

Duduk antara dua sujud harus benar-benar diam, bukan langsung memantul ke sujud kedua. Bacalah minimal “Rabbighfir lii” sekali agar yakin sudah ada jeda.

5 — Sholat Tanpa Wudhu

Tidak sengaja sholat tanpa wudhu (misalnya lupa bahwa wudhu sudah batal) wajib mengulang sholat. Jika sadar di tengah sholat, hentikan segera, wudhu, lalu mulai dari awal. Tidak ada penalti — hanya tidak sah dan harus diulang.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa rakaat masing-masing sholat fardhu?
Subuh 2 rakaat fardhu. Dzuhur 4 rakaat fardhu. Ashar 4 rakaat fardhu. Maghrib 3 rakaat fardhu. Isya 4 rakaat fardhu. Setiap sholat fardhu juga punya rakaat sunnah qabliyah (sebelum) atau ba'diyah (sesudah) yang sangat dianjurkan walaupun tidak wajib.
Apakah harus bisa bahasa Arab untuk sholat?
Bacaan inti sholat (Al-Fatihah, tasbih dalam ruku/sujud, tasyahud) wajib diucapkan dalam bahasa Arab. Tidak perlu fasih berbahasa Arab — cukup hafal lafadz-lafadz itu. Ulama menganjurkan juga belajar artinya supaya sholat bermakna, bukan sekadar hafalan lisan.
Apa saja yang membatalkan wudhu sehingga harus mengulangnya?
Wudhu batal karena: keluar sesuatu dari qubul/dubur (kentut, kencing, buang air besar), hilang akal (tidur lelap, pingsan), bersentuhan kulit dengan lawan jenis bukan mahram (menurut Mazhab Syafi'i), menyentuh kemaluan tanpa pembatas (menurut mayoritas), serta keluar mani/madzi. Bila batal, wajib wudhu ulang sebelum sholat berikutnya.
Bolehkah sholat jika belum hafal Al-Fatihah?
Al-Fatihah adalah rukun sholat — sholat tidak sah tanpanya menurut mayoritas ulama. Pemula yang belum hafal bisa membaca dzikir seperti 'Subhanallah' atau 'Alhamdulillah' selama proses menghafal. Mualaf diberi keringanan selama masa belajar, tetapi wajib segera menghafal Al-Fatihah.
Berapa lama satu rakaat sholat?
Satu rakaat biasanya butuh 60-90 detik dengan tempo wajar. Sholat 4 rakaat (Dzuhur, Ashar, Isya) sekitar 5-8 menit. Jika bacaan surat panjang, otomatis lebih lama. Rasulullah ﷺ menganjurkan sholat tenang (tuma'ninah), tidak terburu-buru.
Apa yang harus dilakukan jika lupa jumlah rakaat?
Jika ragu, ambil jumlah yang lebih sedikit (yang yakin) lalu sempurnakan sholat. Di akhir, lakukan sujud sahwi — dua sujud tambahan sebelum atau sesudah salam terakhir, tergantung mazhab. Ini berdasarkan hadits HR Muslim 571 dari Abu Sa'id Al-Khudri RA.

Panduan Terkait