Syarat — Suci, Pakaian, dan Menghadap Kiblat
Sholat memiliki tiga syarat lahir yang harus dipenuhi sebelum memulai. Jika salah satu tidak terpenuhi, sholat tidak sah dan wajib diulang ketika syaratnya sudah dipenuhi.
1 — Wudhu (Bersuci)
Wudhu mensucikan dari hadats kecil (hadats asghar). Empat fardhu wudhu adalah: membasuh wajah satu kali, membasuh kedua tangan sampai siku satu kali, mengusap minimal sebagian kepala, dan membasuh kedua kaki sampai mata kaki satu kali. Sunnahnya: setiap basuhan dilakukan tiga kali secara berurutan.
- Niat (niyyah) — dalam hati: bersuci untuk sholat
- Membasuh kedua telapak tangan tiga kali
- Berkumur tiga kali (madhmadhah)
- Memasukkan air ke hidung lalu mengeluarkannya tiga kali (istinsyaq)
- Membasuh wajah tiga kali — dari tumbuh rambut hingga dagu, dari telinga ke telinga
- Membasuh tangan kanan sampai siku tiga kali, lalu tangan kiri
- Mengusap kepala sekali (mash ar-ra's)
- Mengusap kedua telinga (luar dan dalam) dengan sisa air
- Membasuh kaki kanan sampai mata kaki tiga kali, lalu kaki kiri
Wudhu tetap sah selama belum batal. Pembatal wudhu antara lain: keluar sesuatu dari qubul atau dubur (kentut, kencing, buang air), tidur lelap, hilang akal, dan — menurut Mazhab Syafi'i — bersentuhan kulit dengan lawan jenis bukan mahram. Jika wudhu Subuh masih ada dan belum batal, sah dipakai untuk sholat Dzuhur.
2 — Menutup Aurat (Satrul-'Aurah)
Laki-laki wajib menutup dari pusar sampai bawah lutut. Perempuan wajib menutup seluruh tubuh kecuali wajah dan kedua telapak tangan (menurut mayoritas mazhab). Pakaian yang ketat, tipis tembus pandang, atau memperlihatkan warna kulit tidak memenuhi syarat ini.
3 — Menghadap Kiblat
Kiblat adalah arah Ka'bah di Makkah. Dari Indonesia, kiblat menghadap barat laut (sekitar 290-295° dari utara untuk Pulau Jawa). Gunakan kompas arah kiblat kami untuk menentukan kompas yang tepat dari lokasi Anda.
Jumlah Rakaat per Sholat
Setiap sholat fardhu terdiri dari sejumlah rakaat(satu siklus berdiri, ruku', dua sujud). Tabel di bawah menunjukkan rakaat wajib (fardhu) dan rakaat sunnah muakkad (sunnah rawatib) yang menyertainya.
| Sholat | Arab | Sunnah Qabliyah | Fardhu | Sunnah Ba'diyah | Waktu |
|---|
| Subuh | الفجر | 2 | 2 | — | Fajar |
| Dzuhur | الظهر | 4 | 4 | 2 | Tengah hari |
| Ashar | العصر | — | 4 | — | Sore |
| Maghrib | المغرب | — | 3 | 2 | Setelah matahari terbenam |
| Isya | العشاء | — | 4 | 2 | Malam |
Ingin tahu waktu sholat hari ini di kota Anda? Cek Jadwal Sholat hari ini untuk Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya — semua dihitung dengan metode resmi Kemenag RI (Sudut Subuh 20°, Isya 18°).
Enam Posisi dalam Sholat
Setiap rakaat melewati enam posisi fisik yang khas. Kartu di bawah menunjukkan setiap posisi dengan nama Arab, deskripsi gerakan, dan bacaan yang dilafadzkan.
5 Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Sholat
1 — Terburu-buru di Setiap Gerakan
Tuma'ninah (diam tenang di setiap posisi) adalah rukun sholat. Rasulullah ﷺ menyuruh sahabat yang sholatnya terburu-buru: “Kembalilah dan sholatlah, karena engkau belum sholat” (HR Bukhari 793). Setiap posisi — terutama ruku', i'tidal, dan sujud — harus dihentikan hingga tubuh benar-benar tenang.
2 — Tidak Berdiri Sempurna di I'tidal
Banyak orang langsung turun sujud dari ruku' tanpa berhenti tegak. I'tidal adalah rukun mandiri, bukan transisi. Punggung harus kembali tegak sempurna dan tubuh harus tenang sebelum turun ke sujud.
3 — Sujud yang Tidak Sempurna (Dahi Tidak Menempel)
Dahi harus menempel di tempat sujud dengan tekanan yang cukup sehingga hidung ikut menyentuh. Mengangkat dahi sedikit di atas sajadah — meski tanpa sengaja — membatalkan sujud. Tujuh anggota sujud harus menempel ke lantai semuanya bersamaan.
4 — Tidak Menjeda Duduk antara Dua Sujud
Duduk antara dua sujud harus benar-benar diam, bukan langsung memantul ke sujud kedua. Bacalah minimal “Rabbighfir lii” sekali agar yakin sudah ada jeda.
5 — Sholat Tanpa Wudhu
Tidak sengaja sholat tanpa wudhu (misalnya lupa bahwa wudhu sudah batal) wajib mengulang sholat. Jika sadar di tengah sholat, hentikan segera, wudhu, lalu mulai dari awal. Tidak ada penalti — hanya tidak sah dan harus diulang.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
- Berapa rakaat masing-masing sholat fardhu?
- Subuh 2 rakaat fardhu. Dzuhur 4 rakaat fardhu. Ashar 4 rakaat fardhu. Maghrib 3 rakaat fardhu. Isya 4 rakaat fardhu. Setiap sholat fardhu juga punya rakaat sunnah qabliyah (sebelum) atau ba'diyah (sesudah) yang sangat dianjurkan walaupun tidak wajib.
- Apakah harus bisa bahasa Arab untuk sholat?
- Bacaan inti sholat (Al-Fatihah, tasbih dalam ruku/sujud, tasyahud) wajib diucapkan dalam bahasa Arab. Tidak perlu fasih berbahasa Arab — cukup hafal lafadz-lafadz itu. Ulama menganjurkan juga belajar artinya supaya sholat bermakna, bukan sekadar hafalan lisan.
- Apa saja yang membatalkan wudhu sehingga harus mengulangnya?
- Wudhu batal karena: keluar sesuatu dari qubul/dubur (kentut, kencing, buang air besar), hilang akal (tidur lelap, pingsan), bersentuhan kulit dengan lawan jenis bukan mahram (menurut Mazhab Syafi'i), menyentuh kemaluan tanpa pembatas (menurut mayoritas), serta keluar mani/madzi. Bila batal, wajib wudhu ulang sebelum sholat berikutnya.
- Bolehkah sholat jika belum hafal Al-Fatihah?
- Al-Fatihah adalah rukun sholat — sholat tidak sah tanpanya menurut mayoritas ulama. Pemula yang belum hafal bisa membaca dzikir seperti 'Subhanallah' atau 'Alhamdulillah' selama proses menghafal. Mualaf diberi keringanan selama masa belajar, tetapi wajib segera menghafal Al-Fatihah.
- Berapa lama satu rakaat sholat?
- Satu rakaat biasanya butuh 60-90 detik dengan tempo wajar. Sholat 4 rakaat (Dzuhur, Ashar, Isya) sekitar 5-8 menit. Jika bacaan surat panjang, otomatis lebih lama. Rasulullah ﷺ menganjurkan sholat tenang (tuma'ninah), tidak terburu-buru.
- Apa yang harus dilakukan jika lupa jumlah rakaat?
- Jika ragu, ambil jumlah yang lebih sedikit (yang yakin) lalu sempurnakan sholat. Di akhir, lakukan sujud sahwi — dua sujud tambahan sebelum atau sesudah salam terakhir, tergantung mazhab. Ini berdasarkan hadits HR Muslim 571 dari Abu Sa'id Al-Khudri RA.
Panduan Terkait