Dzikir Setelah Sholat: Bacaan Tasbih 33×, Ayat Kursi, dan Tiga Qul
Setiap sholat ditutup dengan salam — tetapi sesaat setelah salam bukanlah akhir; justru itu permulaan dzikir setelah sholat (adzkar ba'da as-shalah). Rasulullah ﷺ memiliki urutan dzikir tetap setiap selesai sholat fardhu, didukung beberapa hadits sahih. Panduan ini menyajikan urutan lengkap dalam Arab, Latin, dan arti Indonesia — dengan sumber hadits untuk tiap bacaan.
Urutan Lengkap (Referensi Cepat)
- Salam (ke kanan dan ke kiri)
- Istighfar: Astaghfirullah × 3
- "Allahumma anta as-salam..." × 1
- Tasbih: Subhanallah × 33, Alhamdulillah × 33, Allahu Akbar × 33
- Penutup: La ilaha illallah wahdahu la syarika lah... × 1
- Ayat Kursi × 1 — setelah setiap sholat fardhu
- Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas × 1 (setelah Subuh & Maghrib × 3)
- Khusus Subuh & Maghrib: La ilaha illallah... × 10
- Doa pribadi dengan bahasa Anda sendiri
Total waktu: ~3-5 menit.
Tasbih Pokok: Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar
Inilah dzikir setelah sholat yang paling banyak diriwayatkan — dari beberapa sahabat dan dari beberapa kitab sahih. Abu Hurairah RA meriwayatkan:
“Barangsiapa bertasbih kepada Allah 33×, bertahmid 33×, dan bertakbir 33× setelah setiap sholat — menjadi 99 — dan menyempurnakan jadi 100 dengan ‘La ilaha illallah wahdahu la syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai'in qadir’, diampuni dosa-dosanya meski sebanyak buih di lautan.”
— HR Muslim 597, Abu Hurairah RA
Subhanallah × 33
سُبْحَانَ اللَّهِ
Subhanallah
Maha Suci Allah
HR Muslim 597 — hitung 33 kali dengan jari atau tasbih
Alhamdulillah × 33
الْحَمْدُ لِلَّهِ
Alhamdulillah
Segala puji bagi Allah
HR Muslim 597 — 33 kali
Allahu Akbar × 33
اللَّهُ أَكْبَرُ
Allahu Akbar
Allah Maha Besar
HR Muslim 597 — 33 kali (total: 99)
Penutup — menyempurnakan jadi 100
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
La ilaha illallah wahdahu la syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai'in qadir.
Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
HR Muslim 597 — sekali setelah 99, total jadi 100
Istighfar — Memulai dengan Mohon Ampun
Tsauban RA meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ setelah salam langsung mengucapkan “Astaghfirullah” tiga kali sebelum dzikir lainnya. Ini adalah pengakuan bahwa ibadah kita pun tidak sebanding hak Allah.
Istighfar × 3 (langsung setelah salam)
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ
Astaghfirullah
Aku memohon ampun kepada Allah
HR Muslim 591, Tsauban RA — 3 kali sebelum dzikir lain
Setelah istighfar, Rasulullah ﷺ membaca:
Setelah istighfar — satu kali
اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
Allahumma anta as-salam wa minka as-salam, tabarakta ya dzal jalali wal ikram.
Ya Allah, Engkau adalah As-Salam (Maha Sejahtera) dan keselamatan datang dari-Mu. Maha Berkah Engkau, wahai Yang Memiliki Keagungan dan Kemuliaan.
HR Muslim 592 — sekali setelah 3 istighfar
Ayat Kursi
Ayat Kursi (QS Al-Baqarah 2:255) adalah salah satu amal terkuat setelah sholat:
“Barangsiapa membaca Ayat Kursi setelah setiap sholat wajib, tidak ada yang menghalanginya masuk surga kecuali kematian.”
— HR Nasa'i, Silsilah Ash-Shahihah 972 (disahihkan Al-Albani)
Ayat Kursi — QS 2:255 (sekali setelah setiap fardhu)
اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِندَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
“Allah, tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup, Yang terus-menerus mengurus makhluk-Nya. Tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafa'at di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka; mereka tidak mengetahui sedikit pun dari ilmu Allah kecuali yang dikehendaki-Nya. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi; tidak terasa berat memelihara keduanya. Dialah Yang Maha Tinggi, Yang Maha Besar.”
Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas (Tiga Qul)
Rasulullah ﷺ berpesan kepada 'Uqbah bin 'Amir RA:
“Bacalah tiga Qul setelah setiap sholat — pagi dan petang. Cukuplah ia bagimu dalam segala hal.”
— HR Abu Dawud 5082; Tirmidzi 3575 — Hasan Sahih
| Surat | Dzuhur, Ashar, Isya | Subuh & Maghrib |
|---|---|---|
| Al-Ikhlas (112) | × 1 | × 3 |
| Al-Falaq (113) | × 1 | × 3 |
| An-Nas (114) | × 1 | × 3 |
Dzikir Khusus Setelah Subuh dan Maghrib
Subuh dan Maghrib adalah dua sholat “gerbang” — terbit dan terbenam. Rasulullah ﷺ menentukan dzikir tambahan khusus setelah keduanya.
Setelah Subuh dan Maghrib — 10 kali
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
La ilaha illallah wahdahu la syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, yuhyi wa yumitu wa huwa 'ala kulli syai'in qadir.
Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan pujian. Dia menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
HR Tirmidzi 3474 — Subuh 10×, Maghrib 10×
Sayyidul Istighfar
Dianjurkan setelah Subuh dan Maghrib. Rasulullah ﷺ bersabda: “Barangsiapa mengucapkannya di pagi hari dengan penuh keyakinan dan meninggal sebelum petang, ia termasuk penduduk surga.” (HR Bukhari 6306)
Sayyidul Istighfar
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
Allahumma anta Rabbi la ilaha illa Anta, khalaqtani wa ana 'abduka, wa ana 'ala 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu. A'udzu bika min syarri ma shana'tu. Abu'u laka bini'matika 'alayya, wa abu'u bidzanbi faghfir li fa innahu la yaghfiru adz-dzunuba illa Anta.
Ya Allah, Engkau Tuhanku, tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkau yang menciptakanku dan aku hamba-Mu. Aku berada dalam ikatan janji-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang aku lakukan. Aku akui nikmat-Mu kepadaku dan aku akui dosa-dosaku — ampunilah aku, karena tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau.
HR Bukhari 6306 — sekali setelah Subuh & sekali setelah Maghrib
Menghitung: Jari atau Tasbih?
Rasulullah ﷺ menghitung dzikir dengan jari beliau:
“Hitunglah dengan jari-jari kalian — karena jari-jari itu akan ditanya (pada Hari Kiamat).”
— HR Abu Dawud 1501, Yusairah RA — Hasan
Tasbih (subhah) juga diperbolehkan dan banyak dipakai ulama termasuk Imam Ahmad. Selama niatnya menjaga hitungan dan kekhusyu'an, ia bukan bid'ah. Pilihlah cara yang membantu Anda tetap fokus.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa yang dibaca setelah sholat menurut sunnah?
Setelah salam, Rasulullah ﷺ membaca: Istighfar (Astaghfirullah) 3×, lalu 'Allahumma anta as-salam wa minka as-salam...' (1×), kemudian Subhanallah 33×, Alhamdulillah 33×, Allahu Akbar 33×, ditutup dengan 'La ilaha illallah wahdahu la syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai'in qadir' (1×). Urutan ini diriwayatkan Abu Hurairah RA dalam Shahih Muslim 597.
Apa keutamaan membaca Subhanallah 33 kali setelah sholat?
Rasulullah ﷺ bersabda: 'Barangsiapa bertasbih (Subhanallah) 33×, bertahmid (Alhamdulillah) 33×, bertakbir (Allahu Akbar) 33× setelah setiap sholat — menjadi 99 — lalu menyempurnakan jadi 100 dengan La ilaha illallah wahdahu la syarika lah..., diampuni dosa-dosanya meskipun sebanyak buih di lautan.' (HR Muslim 597)
Apakah harus membaca Ayat Kursi setelah setiap sholat?
Sangat dianjurkan. Rasulullah ﷺ bersabda: 'Barangsiapa membaca Ayat Kursi setelah setiap sholat wajib, tidak ada yang menghalanginya masuk surga kecuali kematian.' (HR Nasa'i; disahihkan Al-Albani). Baca sekali setelah setiap sholat fardhu — termasuk amal paling utama setelah sholat.
Lebih baik menghitung dengan jari atau tasbih?
Keduanya boleh. Rasulullah ﷺ menghitung dengan jari beliau dan bersabda: 'Hitunglah dengan jari-jari kalian, karena jari-jari itu akan ditanya (pada Hari Kiamat).' (HR Abu Dawud 1501). Memakai tasbih bukan bid'ah — banyak ulama termasuk Imam Ahmad memakainya. Pilihlah yang membantu Anda tetap fokus.
Panduan Terkait
Sholat tepat waktu
Cek jadwal sholat hari ini di kota Anda — agar tahu kapan dzikir dimulai.
Lihat jadwal sholat saya →