Lewati ke konten
Coba Pro Gratis

Kaligrafi Islam (Khat)

Seni menulis indah huruf Arab yang menjadi puncak seni rupa Islam — dari masjid kuno Kairouan hingga masjid-masjid di Nusantara.

Pengertian dan Kedudukan Kaligrafi dalam Islam

Kaligrafi Islam atau dalam bahasa Arab disebut al-khatt al-'arabi adalah seni menulis indah huruf-huruf Arab. Seni ini berkembang seiring dengan turunnya wahyu Al-Qur'an dan menjadi cara para sahabat dan generasi setelahnya untuk memuliakan kalam Allah. Karena tradisi seni Islam membatasi penggambaran makhluk bernyawa, para seniman mengalihkan kreativitas mereka ke arah keindahan tulisan, sehingga kaligrafi menjadi puncak seni rupa Islam.

Imam asy-Sya'bi rahimahullah berkata: «Kaligrafi yang indah menjadikan kebenaran lebih jelas». Dan Khalifah Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu pernah berpesan: «Perbaikilah khatmu, karena khat yang indah adalah salah satu sumber rezeki».

Sejarah Singkat Perkembangan Khat

Tulisan Arab pra-Islam masih sederhana dan jarang digunakan. Setelah turunnya Al-Qur'an, kebutuhan menulis wahyu mendorong pengembangan tulisan secara cepat. Pada masa Khalifah Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu, mushaf Al-Qur'an dibukukan secara resmi dengan menggunakan khat Hijazi yang sederhana.

Setelah penaklukan Persia dan Bizantium, kaligrafi berkembang pesat di kota-kota baru Islam seperti Kufah (yang melahirkan khat Kufi), Bashrah, Damaskus, Baghdad, dan Kairo. Pada masa Dinasti Abbasiyah, kaligrafer besar Ibn Muqlah (w. 328 H/940 M) memformulasikan kaidah penulisan khat berdasarkan titik dan lingkaran. Penyempurnaan dilakukan oleh Ibn al-Bawwab dan Yaqut al-Musta'shimi.

Pada masa Dinasti Utsmaniyah, kaligrafi mencapai puncaknya dengan kaligrafer legendaris seperti Syaikh Hamdullah dan Hafiz Utsman, yang gaya Tsuluts dan Naskhi-nya menjadi standar dunia Islam hingga sekarang.

Jenis-Jenis Khat Utama

1. Khat Kufi

Gaya tertua dari Kufah, Irak. Bercirikan garis-garis bersudut, lurus, dan geometris. Sering digunakan menulis mushaf Al-Qur'an pada abad-abad awal Islam, dan kini banyak dipakai dalam arsitektur masjid serta logo. Variasi modern: Kufi Murabba' (kotak), Kufi Mu'aqqad (terjalin), dan Kufi Modern.

2. Khat Tsuluts (Thuluth)

Disebut «raja segala khat» karena keindahan dan kerumitannya. Bercirikan huruf yang besar, melengkung, dan fleksibel sehingga dapat disusun bertumpuk. Banyak digunakan untuk hiasan dinding, kubah, dan mihrab masjid besar di seluruh dunia, termasuk Masjid Istiqlal Jakarta.

3. Khat Naskhi (Naskh)

Gaya bulat, jelas, dan mudah dibaca. Inilah khat standar yang digunakan untuk mencetak mushaf Al-Qur'an, buku-buku Islam, dan teks Arab modern. Mushaf Madinah dan mushaf cetakan Departemen Agama RI menggunakan khat Naskhi.

4. Khat Diwani

Gaya istana Utsmaniyah yang sangat melengkung, miring, dan bersambung. Awalnya untuk dokumen kerajaan agar sulit dipalsukan. Variannya: Diwani Jali yang dihiasi titik-titik dekoratif.

5. Khat Riq'ah (Ruq'ah)

Gaya tulisan tangan sehari-hari yang sederhana, cepat ditulis, dan kompak. Digunakan untuk catatan harian dan korespondensi.

6. Khat Farisi (Ta'liq / Nasta'liq)

Gaya Persia yang miring dan elegan dengan kontras tebal-tipis yang mencolok. Banyak digunakan menulis syair Persia, Urdu, dan dipakai di sub-benua India dan Iran.

Kaligrafi di Nusantara

Kaligrafi Arab masuk ke Nusantara seiring dengan masuknya Islam melalui jalur perdagangan. Bukti tertua dapat dilihat pada nisan Sultan Malik as-Saleh di Samudera Pasai (Aceh, abad ke-13 M) dan prasasti-prasasti makam para wali di Jawa. Penggunaannya juga meluas ke huruf Arab Pegon (Arab-Jawa) dan Jawi (Arab-Melayu) yang dipakai di pesantren-pesantren dan naskah-naskah kuno Nusantara.

Di Indonesia, kaligrafi menjadi unsur utama hiasan masjid: kubah Masjid Istiqlal dihiasi kalimat tauhid dan asmaul husna; Masjid Demak menampilkan kaligrafi Kufi yang menyatu dengan ukiran Jepara; Masjid Raya Baiturrahman Aceh dihiasi khat Tsuluts pada mihrab dan kubahnya. Tradisi kaligrafi juga hidup di pesantren melalui pengajaran khat sebagai mata pelajaran tersendiri.

Lembaga seperti Lemka (Lembaga Kaligrafi Al-Qur'an) yang didirikan KH Didin Sirojuddin telah melahirkan ratusan kaligrafer yang sering mewakili Indonesia di MTQ Internasional dan kompetisi kaligrafi dunia, sering kali pulang dengan membawa juara.

Pelajari lebih lanjut tentang pola geometris Islam yang sering melengkapi kaligrafi pada hiasan masjid.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu kaligrafi Islam atau khat?
Kaligrafi Islam (bahasa Arab: khat atau al-khatt al-'arabi) adalah seni menulis indah huruf-huruf Arab yang berkembang seiring dengan turunnya wahyu Al-Qur'an. Karena penggambaran makhluk hidup dibatasi dalam tradisi seni Islam, para seniman muslim mengalihkan kreativitasnya pada keindahan tulisan, sehingga kaligrafi menjadi puncak seni rupa Islam dan dijuluki «seni dari seni Islam».
Apa jenis-jenis khat yang utama?
Para ulama dan seniman membagi khat menjadi beberapa gaya utama: (1) Kufi — gaya tertua, bersudut dan geometris. (2) Tsuluts — gaya raja kaligrafi, banyak dipakai untuk hiasan masjid. (3) Naskhi — gaya bulat dan mudah dibaca, dipakai mencetak mushaf Al-Qur'an. (4) Diwani — gaya istana Utsmaniyah yang melengkung indah. (5) Riq'ah — gaya tulisan tangan sehari-hari. (6) Farisi/Ta'liq — gaya Persia yang miring dan elegan.
Bagaimana pengaruh kaligrafi Arab di Indonesia?
Kaligrafi Arab masuk ke Nusantara bersama dengan masuknya Islam melalui perdagangan. Bukti tertua dapat dilihat pada nisan Sultan Malik as-Saleh di Samudera Pasai (abad ke-13 M) dan prasasti-prasasti makam wali Songo. Di Indonesia kemudian berkembang khat khas Nusantara serta huruf Arab Pegon (Arab-Jawa) dan Jawi (Arab-Melayu) yang digunakan kitab-kitab pesantren. Kaligrafi juga menjadi hiasan utama kubah, mihrab, dan dinding masjid-masjid Indonesia.
Apakah Indonesia memiliki tokoh kaligrafer terkenal?
Ya. Indonesia melahirkan banyak kaligrafer kelas dunia. Salah satu yang paling terkenal adalah KH Ustadz Didin Sirojuddin AR (pendiri Lemka — Lembaga Kaligrafi Al-Qur'an di Jakarta) dan KH Faiz Abdurrazzak. Indonesia juga rutin mengirimkan delegasi dan sering memenangi MTQ Internasional cabang khat al-Qur'an di berbagai negara muslim.

Topik Terkait