Waktu Adzan
Jadwal adzan lima waktu hari ini di lokasi Anda — Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya. Dilengkapi penjelasan beda adzan dengan iqamah, doa setelah adzan, lafadz lengkap adzan, dan adab menjawab adzan sesuai sunnah Nabi ﷺ.
Adzan lima waktu hari ini · Jakarta
Lokasi default — aktifkan lokasi di peramban Anda untuk akurasi yang lebih baik.
Metode hitung: Kemenag RI (Subuh 20°, Isya 18°).
Apa itu adzan?
Adzan adalah panggilan untuk mengumandangkan masuknya waktu sholat fardhu, sebuah syiar agung yang menjadi tanda hadirnya Islam di sebuah negeri. Adzan disyariatkan pada tahun pertama hijriah di Madinah, ketika para sahabat berembuk tentang cara mengumpulkan umat untuk sholat berjamaah. Abdullah bin Zaid RA bermimpi melihat seseorang mengajarkan lafadz adzan; mimpi serupa juga dialami Umar bin Khatab RA. Rasulullah ﷺ kemudian membenarkan mimpi tersebut dan memerintahkan Bilal bin Rabah RA — yang bersuara merdu — untuk mengumandangkannya (HR. Abu Dawud 499, Ibnu Majah 706).
Bilal bin Rabah RA dengan demikian menjadi muadzin pertama dalam sejarah Islam, dan adzannya selalu dirindukan oleh Rasulullah ﷺ dan para sahabat. Setelah wafat Nabi ﷺ, Bilal jarang lagi mengumandangkan adzan karena tidak kuasa menahan haru.
Beda adzan dan iqamah
Adzan adalah panggilan pertama saat masuk waktu sholat — disuarakan dari masjid untuk seluruh masyarakat. Iqamah adalah panggilan kedua yang dikumandangkan di dalam masjid sebagai tanda bahwa sholat berjamaah akan segera dimulai. Lafadz keduanya hampir sama, dengan perbedaan utama: iqamah lebih cepat (lafadz tidak diulang dua kali, kecuali takbir awal-akhir) dan ditambahkan kalimat “Qad qaamatish-sholaah” (sholat akan didirikan) sebanyak dua kali.
Hadis Anas bin Malik RA: “Bilal diperintahkan menggenapkan adzan dan mengganjilkan iqamah” (HR. Bukhari 605, Muslim 378). Jarak antara adzan dan iqamah biasanya 10 hingga 20 menit, memberi kesempatan kepada jamaah untuk berwudhu, datang ke masjid, dan menunaikan sholat sunnah rawatib.
Adab menjawab adzan dan doa setelah adzan
Saat mendengar adzan, sunnahnya menghentikan pekerjaan, mendengarkan dengan khusyuk, dan menjawab setiap lafadz yang diucapkan muadzin — kecuali pada “Hayya 'alash sholaah” dan “Hayya 'alal falaah”, kita menjawab dengan “Laa haula walaa quwwata illaa billaah” (HR. Muslim 385). Pada adzan Subuh, saat muadzin mengucapkan “Ash-sholaatu khairum minan-naum”, sebagian ulama menyunnahkan menjawab “Shadaqta wa bararta” (engkau benar dan engkau baik).
Setelah muadzin selesai, bershalawatlah kepada Nabi ﷺ, lalu bacalah doa setelah adzan: “Allahumma Rabba haadzihid-da'watit-taammah, wash-sholaatil qaa'imah, aati Muhammadanil washiilata wal-fadhiilah, wab'atshu maqaamam mahmuudanil-ladzi wa'adtah”. Rasulullah ﷺ menjanjikan syafa'at bagi siapa yang membacanya (HR. Bukhari 614). Jangan lupa, doa antara adzan dan iqamah adalah waktu mustajab — manfaatkan untuk memohon kebaikan dunia dan akhirat.
Lafadz Adzan Lengkap
Lafadz adzan beserta arti dan jumlah pengulangan. Untuk adzan Subuh ditambahkan tatswib (Ash-sholaatu khairum minan-naum) setelah Hayya 'alal falaah.
| Lafadz (Latin) | Arti | Jumlah |
|---|---|---|
| Allahu Akbar | Allah Maha Besar | 4× |
| Asyhadu an laa ilaaha illallah | Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah | 2× |
| Asyhadu anna Muhammadar Rasuulullah | Aku bersaksi Muhammad adalah utusan Allah | 2× |
| Hayya 'alash sholaah | Marilah sholat | 2× |
| Hayya 'alal falaah | Marilah menuju kemenangan | 2× |
| Ash-sholaatu khairum minan-naum (Subuh saja) | Sholat itu lebih baik daripada tidur | 2× (hanya Subuh) |
| Allahu Akbar | Allah Maha Besar | 2× |
| Laa ilaaha illallah | Tiada Tuhan selain Allah | 1× |
Pertanyaan yang Sering Diajukan
- Apa beda adzan dan iqamah?
- Adzan adalah panggilan pertama untuk menandai masuknya waktu sholat — dikumandangkan dari menara/pengeras suara masjid agar terdengar oleh masyarakat di sekitarnya. Iqamah adalah panggilan kedua yang dikumandangkan di dalam masjid tepat sebelum sholat berjamaah dimulai, sebagai pertanda imam siap memulai takbiratul ihram. Lafadz adzan diucapkan ganda (kecuali tahlil di akhir), sedangkan iqamah diucapkan tunggal (kecuali takbir awal-akhir) ditambah kalimat "Qad qaamatish-sholaah" (sholat akan didirikan) dua kali. Rasulullah ﷺ memerintahkan Bilal RA: "Genapkanlah adzan dan ganjilkanlah iqamah" (HR. Bukhari 605, Muslim 378). Jarak antara adzan dan iqamah biasanya 10 hingga 20 menit, memberi waktu jamaah untuk berwudhu dan datang ke masjid.
- Apa doa yang dibaca setelah mendengar adzan?
- Doa yang disunnahkan setelah adzan tercantum dalam HR. Bukhari 614 dari Jabir bin Abdillah RA — Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa yang ketika mendengar adzan membaca: 'Allahumma Rabba haadzihid-da'watit-taammah, wash-sholaatil qaa'imah, aati Muhammadanil washiilata wal-fadhiilah, wab'atshu maqaamam mahmuudanil-ladzi wa'adtah' (Ya Allah, Tuhan pemilik panggilan yang sempurna dan sholat yang akan didirikan ini, berilah Muhammad wasilah dan keutamaan, dan bangkitkanlah ia ke kedudukan yang terpuji yang Engkau janjikan kepadanya) — maka berhak baginya syafa'atku di hari kiamat." Disunnahkan pula bershalawat kepada Nabi ﷺ setelah mengikuti muadzin, lalu memohon kepada Allah ﷻ dari karunia-Nya — sebab doa di antara adzan dan iqamah tidak ditolak.
- Bagaimana adab menjawab adzan?
- Sunnah saat mendengar adzan: (1) Menghentikan pekerjaan dan berkonsentrasi mendengarkan. (2) Menjawab setiap lafadz adzan sebagaimana yang diucapkan muadzin, kecuali pada "Hayya 'alash sholaah" dan "Hayya 'alal falaah" — kita menjawab dengan: "Laa haula walaa quwwata illaa billaah" (tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah). Pada "Ash-sholaatu khairum minan-naum" (Subuh) jawablah: "Shadaqta wa bararta" (Engkau benar dan engkau baik). (3) Setelah muadzin selesai, bershalawat kepada Nabi ﷺ. (4) Membaca doa setelah adzan. Dalil: "Apabila kalian mendengar muadzin, maka ucapkanlah seperti yang diucapkan muadzin, kemudian bershalawatlah kepadaku — karena barangsiapa bershalawat kepadaku sekali, Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali" (HR. Muslim 384).
- Mengapa hanya adzan Subuh yang ada "Ash-sholaatu khairum minan-naum"?
- Tambahan "Ash-sholaatu khairum minan-naum" (sholat itu lebih baik dari tidur) — disebut tatswib — hanya dikumandangkan di adzan Subuh karena waktu Subuh bertepatan dengan saat manusia umumnya masih tidur, sehingga panggilan ini menjadi pengingat khusus untuk bangun mengejar pahala sholat di awal waktu. Tatswib ini diajarkan langsung Rasulullah ﷺ kepada Bilal RA; dalam HR. Abu Dawud (501) dan Nasai (633): "Apabila engkau mengumandangkan adzan Subuh, ucapkanlah: Ash-sholaatu khairum minan-naum — Ash-sholaatu khairum minan-naum." Diucapkan setelah "Hayya 'alal falaah" dan sebelum "Allahu Akbar" di akhir, dua kali. Mayoritas mazhab (Hanafi, Maliki, Hanbali, dan pendapat shahih Syafi'i) mengamalkannya.