Lewati ke konten
Coba Pro Gratis

Sholat Dhuha: Waktu, Tata Cara, dan Keutamaannya

Oleh · Editorial Lead, Prayer Times Near Me··9 menit baca

Sholat dhuha adalah sholat sunnah pagi yang dikerjakan setelah matahari terbit setinggi tombak hingga sebelum waktu Dzuhur. Hanya butuh 2 rakaat (sekitar 5 menit), namun pahalanya luar biasa besar — setara dengan sedekah untuk 360 persendian tubuh setiap hari. Panduan ini menjelaskan kapan waktu paling utama, jumlah rakaat, niat, tata cara lengkap, dan doa yang dianjurkan setelah dhuha, semuanya berdasarkan hadits sahih.

Ringkasan Cepat

  • Waktu: 15-20 menit setelah matahari terbit (syuruq) hingga sebelum Dzuhur. Paling utama: pagi setelah matahari agak tinggi, sekitar pukul 08.00-09.30 WIB.
  • Jumlah rakaat: Minimal 2, biasanya 8 (sunnah Rasulullah SAW), maksimal 12. Dikerjakan dalam pola 2 rakaat satu salam.
  • Wudhu: Wajib — sebagaimana semua sholat.
  • Hukum: Sunnah muakkadah (sangat dianjurkan), bukan wajib.
  • Pas untuk: Sebelum mulai kerja, sebelum jam pertama sekolah, atau saat jam istirahat pagi.

Apa itu sholat dhuha?

Sholat dhuha (الضحى) adalah sholat sunnah yang dikerjakan di pagi hari, setelah matahari terbit dan naik agak tinggi, hingga sebelum masuk waktu Dzuhur. Kata dhuha dalam bahasa Arab berarti waktu pagi ketika matahari mulai memanaskan bumi — bukan saat terbitnya saja, tapi ketika sinarnya sudah jelas memanas.

Sholat ini termasuk ibadah sunnah yang paling sering disebut dalam hadits-hadits sahih tentang pahala. Para ulama klasik seperti Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah menyebutkan bahwa dhuha adalah ibadah harian dengan pahala terbesar yang paling mudah dijangkau Muslim biasa — karena waktunya luas dan dikerjakannya cepat.

Nama “Dhuha” juga muncul sebagai nama surat dalam Al-Qur'an — Surah Ad-Dhuha (93) — yang diturunkan saat Rasulullah SAW sempat tidak menerima wahyu beberapa waktu lamanya. Allah bersumpah dengan waktu dhuha itu sendiri, menunjukkan betapa istimewanya waktu pagi ini dalam pandangan Islam.

Berbeda dengan sholat tahajud yang harus bangun di tengah malam, dhuha bisa dipadukan dengan rutinitas pagi — setelah sholat Subuh, setelah anak-anak berangkat sekolah, atau tepat sebelum mulai bekerja di kantor. Inilah kenapa di Indonesia banyak pegawai kantoran, guru, dan pedagang yang menjadikan dhuha sebagai “pembuka hari” sebelum mulai aktivitas.

Kapan waktu sholat dhuha?

Waktu dhuha ditentukan oleh dua peristiwa matahari: matahari sudah naik penuh di atas ufuk di awal waktu, dan matahari mencapai titik tertinggi (zawal — saat masuk Dzuhur) di akhir waktu. Di antara dua titik ini terdapat tiga zona keutamaan:

ZonaWaktuKeutamaan
Awal (Isyraq)15-20 menit setelah syuruqSah, sebagian ulama menyebutnya sholat Isyraq (pembuka pagi) yang dikerjakan tepat setelah waktu makruh selesai.
Utama (Dhuha sebenarnya)Saat matahari sudah agak tinggi, ¼ sampai ⅓ siang berjalanPaling utama — Rasulullah SAW menggambarkannya saat “kaki anak unta mulai terasa panas oleh pasir.”
AkhirSampai sekitar 15 menit sebelum DzuhurTetap sah dan berpahala — cocok untuk yang melewatkan zona utama.

Cara menghitung jendela dhuha di kota Anda

Gunakan waktu syuruq (terbit matahari) dan waktu Dzuhur di kota Anda untuk menentukan jendela penuh dhuha:

Contoh: Jakarta, pertengahan tahun

Syuruq (terbit matahari)05.55 WIB
Dhuha buka (syuruq + 15-20 menit)06.10-06.15 WIB
Zona paling utama (¼ siang)~08.30-09.30 WIB
Dzuhur (jendela tutup)12.00 WIB
Jendela penuh dhuha06.15 → 11.45 WIB (5,5 jam)

Karena Indonesia berada di garis khatulistiwa, durasi siang relatif stabil sepanjang tahun (12-13 jam), sehingga jendela dhuha juga konsisten — sekitar 5-5,5 jam di kebanyakan kota. Selisih antar kota (Jakarta vs Surabaya vs Medan) berkisar 5-15 menit karena perbedaan letak bujur. Cek jadwal kota Anda untuk waktu pasti.

Waktu yang dilarang (makruh):Jangan sholat dhuha (atau sholat sunnah apapun) tepat saat matahari terbit — para ulama menetapkan ada periode sekitar 15 menit setelah syuruq di mana sholat dilarang. Tunggu hingga matahari sudah jelas terangkat dari ufuk. Rasulullah SAW melarang sholat “ketika matahari sedang terbit sampai terbit sempurna.” (HR Muslim 1/568)

Temukan waktu syuruq tepat di kota Anda

Gunakan waktu syuruq (terbit) dan Dzuhur kota Anda untuk menentukan jendela dhuha yang akurat. Jadwal Sholat menampilkan kedua waktu ini otomatis — Anda dapat mengaktifkan pengingat Pro agar tidak lupa sholat dhuha setiap pagi.

Lihat waktu sholat saya →

Berapa rakaat sholat dhuha?

Tidak ada batas jumlah rakaat yang baku — minimal 2 rakaat, maksimal 12 rakaat. Hadits sahih meriwayatkan praktik Rasulullah SAW yang bervariasi, menunjukkan bahwa fleksibilitas ini memang disengaja:

JumlahSumber HaditsCatatan
2 rakaatHR Muslim no. 720 (Abu Dzar RA)Minimum mutlak — sudah cukup untuk dapat keutamaan sedekah 360 persendian.
8 rakaatHR Muslim no. 719 (Aisyah RA)Paling sering dilakukan Rasulullah SAW — 4 pasang salam.
4 rakaatHR Abu Dawud no. 1289 (Abu Hurairah RA)Target tengah yang baik — dikaitkan hadits qudsi pencukupan rezeki.
12 rakaatHR Tirmidzi no. 473 (Anas RA)Maksimum — “Allah akan bangun istana di surga bagi yang sholat dhuha 12 rakaat.”

Ulama sepakat: mulailah dengan 2 rakaat dan jaga konsistensi, baru kemudian tambah rakaat ketika sudah jadi kebiasaan. Prinsip Rasulullah SAW berlaku sempurna di sini: “Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang dikerjakan terus-menerus walaupun sedikit.” (HR Bukhari no. 6465). Dua rakaat setiap pagi lebih bernilai dari 8 rakaat sekali seminggu.

Niat sholat dhuha

Niat utamanya cukup di dalam hati — yaitu “sengaja mengerjakan sholat sunnah dhuha karena Allah.” Jika ingin dilafalkan, berikut bacaan yang umum di Indonesia:

أُصَلِّي سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Latin:Ushalli sunnatadh dhuhā rak'ataini lillāhi ta'ālā.

Arti:“Saya niat sholat sunnah dhuha dua rakaat karena Allah Ta'ala.”

Cara sholat dhuha langkah demi langkah

Sholat dhuha dikerjakan persis seperti sholat sunnah lainnya — yang membeda hanya niat dan waktunya. Berikut langkah-langkahnya:

1

Berwudhu

Dhuha adalah sholat — maka harus dalam keadaan suci. Jika wudhu masih ada dari Subuh dan belum batal, bisa langsung sholat. Jika sudah batal, ulangi wudhu seperti biasa.

2

Menghadap kiblat

Berdiri menghadap kiblat. Gunakan kompas kiblat atau aplikasi jika Anda di tempat baru — Jadwal Sholat menyediakan arah kiblat otomatis.

3

Niat dan takbiratul ihram

Niat di dalam hati untuk sholat sunnah dhuha (boleh dilafalkan jika ingin), lalu takbiratul ihram (Allahu Akbar) sambil mengangkat kedua tangan.

4

Kerjakan 2 rakaat seperti sholat biasa

Baca Al-Fatihah dilanjut surat pendek di setiap rakaat. Sunnahnya: rakaat pertama Surat Asy-Syams (91) atau Adh-Dhuha (93), rakaat kedua Surat Al-Lail (92) atau Al-Insyirah (94) — namun bebas baca surat apapun yang Anda hafal. Lakukan ruku', i'tidal, sujud, duduk antara dua sujud, sujud kedua — semua dengan tuma'ninah.

5

Salam setelah 2 rakaat

Setelah tasyahud akhir rakaat kedua, salam ke kanan dan kiri. Anda boleh berhenti di sini atau lanjutkan 2 rakaat lagi — sebanyak yang Anda mau, asal dalam pasangan 2 rakaat (4, 6, 8, sampai 12 rakaat total).

6

Doa setelah dhuha

Setelah selesai semua rakaat, sangat dianjurkan membaca doa khusus dhuha (lihat bagian doa di bawah) atau doa pribadi apapun. Pagi adalah waktu mustajab untuk berdoa — minta keberkahan rezeki, kelancaran kerja, dan kemudahan urusan hari ini.

Doa setelah sholat dhuha

Doa sesudah sholat dhuha yang paling populer di Indonesia dan diajarkan turun-temurun oleh ulama tradisional adalah doa berikut. Doa ini disusun para ulama berdasarkan makna-makna Al-Qur'an dan hadits, bukan teks lafadz dari Rasulullah SAW langsung, namun isinya sahih dan banyak dibaca di pesantren maupun masjid Indonesia:

اللَّهُمَّ إِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاؤُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاؤُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ، وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ، وَإِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ بَعِيدًا فَقَرِّبْهُ، بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ، آتِنِي مَا آتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ

Latin:Allāhumma innadh dhuhā'a dhuhā'uka, wal bahā'a bahā'uka, wal jamāla jamāluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal 'ishmata 'ishmatuka. Allāhumma in kāna rizqī fis samā'i fa anzilhu, wa in kāna fil ardhi fa akhrijhu, wa in kāna mu'assaran fa yassirhu, wa in kāna harāman fa thahhirhu, wa in kāna ba'īdan fa qarribhu, bi haqqi dhuhā'ika wa bahā'ika wa jamālika wa quwwatika wa qudratika, ātinī mā ātaita 'ibādakash shālihīn.

Arti:“Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, kekuasaan adalah kekuasaan-Mu, dan penjagaan adalah penjagaan-Mu. Ya Allah, jika rezekiku masih di langit, turunkanlah; jika di bumi, keluarkanlah; jika sukar, mudahkanlah; jika haram, sucikanlah; jika jauh, dekatkanlah — dengan hak waktu dhuha-Mu, keagungan, keindahan, kekuatan, dan kekuasaan-Mu, berikanlah kepadaku apa yang Engkau berikan kepada hamba-hamba-Mu yang shaleh.”

Doa pribadi di waktu pagi

Selain doa di atas, sangat dianjurkan berdoa dengan bahasa Anda sendiri — minta kebaikan dunia dan akhirat untuk diri, keluarga, pekerjaan, dan umat. Waktu pagi adalah waktu mustajab dan Rasulullah SAW bersabda: “Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.” (HR Tirmidzi 1212, Abu Dawud 2606). Doa pagi adalah cara mengundang berkah Allah dalam seluruh aktivitas hari itu.

Keutamaan sholat dhuha — dari hadits sahih

Sholat dhuha disebutkan dalam beberapa hadits dengan pahala paling besar di antara sholat-sholat sunnah. Berikut hadits-hadits utamanya:

Hadits 1 — Sedekah untuk 360 persendian

“Setiap kalian terdiri dari 360 persendian. Atas setiap persendian itu ada kewajiban sedekah setiap harinya. Setiap tasbih (Subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (Alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (La ilaha illallah) adalah sedekah, setiap takbir (Allahu Akbar) adalah sedekah, menyuruh kebaikan adalah sedekah, melarang kemungkaran adalah sedekah — dan dua rakaat sholat dhuha sudah mencukupi semua itu.”

— HR Muslim no. 720, dari Abu Dzar RA

Hadits ini menunjukkan bahwa hanya 2 rakaat dhuha sudah cukup untuk mewakili kewajiban sedekah seluruh 360 persendian tubuh setiap hari — kewajiban besar yang ditunaikan dalam beberapa menit saja.

Hadits 2 — Pencukupan rezeki

“Wahai anak Adam, janganlah engkau merasa berat untuk mengerjakan empat rakaat di awal siang, niscaya Aku akan mencukupkan kebutuhanmu di akhir hari.”

— Hadits qudsi, HR Tirmidzi no. 475, dihasankan Al-Albani

Hadits qudsi ini adalah janji langsung dari Allah SWT: kerjakan 4 rakaat dhuha, dan Allah akan mengambil tanggung jawab atas kebutuhan dan urusan hari Anda. Inilah dasar kenapa banyak pedagang dan pekerja di Indonesia membiasakan dhuha sebelum mulai usaha — sebagai bentuk tawakal sejak awal hari.

Hadits 3 — Pahala haji dan umrah

“Barangsiapa sholat Subuh berjamaah, kemudian duduk berdzikir kepada Allah hingga matahari terbit, lalu sholat dua rakaat — maka ia mendapatkan pahala seperti haji dan umrah yang sempurna, sempurna, sempurna.”

— HR Tirmidzi no. 586, hasan

Inilah dasar amalan “sholat Isyraq” — sholat Subuh berjamaah, dilanjutkan duduk di tempat sambil dzikir/baca Al-Qur'an, lalu sholat 2 rakaat saat matahari sudah terbit sempurna. Pahalanya setara dengan haji dan umrah yang sempurna.

Hadits 4 — Sholat al-Awwabin

“Tidak ada yang menjaga sholat dhuha kecuali al-Awwab (orang yang banyak kembali kepada Allah). Inilah sholat al-Awwabin.”

— HR Ibnu Khuzaimah, riwayat dari banyak sahabat

Al-Awwabinadalah julukan istimewa untuk Muslim yang sering bertaubat dan kembali kepada Allah. Konsistensi sholat dhuha menjadi salah satu tanda golongan ini — sebuah kedudukan rohani yang sangat dipuji dalam Al-Qur'an dan hadits.

Dhuha untuk pekerja kantoran — angle Indonesia

Sholat dhuha sangat cocok dengan gaya hidup pekerja Indonesia modern. Jendela waktu yang panjang (5+ jam dari pagi sampai Dzuhur) memang dirancang Allah agar mudah dipadu aktivitas:

Sebelum berangkat kerja

Setelah Subuh dan sarapan, sholat 2 rakaat di rumah sebelum berangkat. Memulai hari dengan ibadah membawa ketenangan saat menghadapi kemacetan dan rapat.

Di musholla kantor

Banyak kantor di Jakarta, Surabaya, dan kota besar lain sudah punya musholla. Manfaatkan jam 09.00-10.00 untuk dhuha 2-4 rakaat — singkat tapi bermakna.

Sebelum buka toko / warung

Pedagang dan pemilik usaha kecil di Indonesia banyak membiasakan dhuha sebelum buka toko — sebagai pembuka rezeki di pagi hari, sesuai hadits qudsi pencukupan rezeki.

Di sela jam pelajaran (guru/siswa)

Bagi guru atau pelajar yang punya jeda jam, 2 rakaat dhuha hanya butuh 5 menit dan bisa dilakukan di ruang guru, musholla sekolah, atau ruang kelas kosong.

Saat WFH (work from home)

Justru lebih leluasa — atur jeda kerja jam 08.30 atau 09.00 untuk dhuha. Tidak perlu cari tempat khusus, di kamar atau ruang kerja sendiri sudah cukup.

Sebelum klien meeting

Banyak Muslim Indonesia membiasakan dhuha sebelum meeting penting atau presentasi — sebagai persiapan rohani dan minta kemudahan urusan ke Allah.

Tips agar istiqomah sholat dhuha

  • Mulai dengan 2 rakaat saja: Jangan langsung 8 rakaat lalu menyerah. Dua rakaat setiap hari selama sebulan lebih bernilai dari 8 rakaat dua kali seminggu. Bangun kebiasaan dulu, baru tambah.
  • Pasang alarm jam 08.30 atau 09.00: Cara paling sederhana agar tidak lupa. Atur alarm di jam yang biasanya Anda sedang di kantor/rumah dan ada jeda 5 menit. Setelah 2-3 minggu jadi reflek sendiri.
  • Bawa sajadah portabel ke kantor: Sajadah tipis yang bisa dilipat masuk tas membuat dhuha gampang dilakukan di kantor, hotel, atau mana saja. Investasi kecil dengan dampak besar.
  • Gabungkan dengan rutinitas pagi: Setelah Subuh → sarapan → dhuha → mulai kerja. Saat sudah jadi urutan tetap, otak otomatis mengingatkan tanpa perlu mikir.
  • Pasang reminder di Jadwal Sholat Pro: Anda dapat mengatur push notification kustom di jam dhuha — tanpa perlu setel alarm manual setiap hari. Pengingat otomatis sesuai waktu syuruq dan Dzuhur kota Anda.
  • Jangan tinggalkan saat travel atau dinas luar: Sholat dhuha sah dikerjakan saat travel — tidak ada qashar atau jamak untuk sholat sunnah. 2 rakaat di kamar hotel atau ruang tunggu bandara sudah cukup. Rasulullah SAW menjaga dhuha bahkan saat safar.
Untuk pengguna Pro: Anda dapat mengatur pengingat push notification kustom di Jadwal Sholat — kami akan mengirim alarm di waktu dhuha yang Anda tentukan sehingga tidak perlu setel alarm manual setiap pagi. Mulai coba 14 hari gratis →

Sering ditanya seputar sholat dhuha

Kapan waktu sholat dhuha?

Waktu sholat dhuha dimulai setelah matahari terbit setinggi tombak — sekitar 15-20 menit setelah syuruq (terbit matahari) — hingga sebelum masuk waktu Dzuhur. Di Indonesia, jendela waktu dhuha umumnya jatuh sekitar pukul 06.30-11.30 WIB tergantung lokasi dan musim. Waktu yang paling utama adalah ketika matahari sudah agak tinggi dan udara mulai panas, kira-kira seperempat sampai sepertiga hari berjalan (sekitar pukul 08.00-09.30 WIB di Jawa).

Berapa jumlah rakaat sholat dhuha?

Minimal 2 rakaat dan maksimal 12 rakaat. Rasulullah SAW paling sering mengerjakan 8 rakaat (HR Muslim 720). Sholat dhuha dilakukan dalam pasangan 2 rakaat dengan satu kali salam. Anda bisa memilih 2, 4, 6, 8, sampai 12 rakaat — yang penting konsisten setiap pagi. Mulai dengan 2 rakaat dulu, kemudian tambah perlahan jika sudah terbiasa.

Apa niat sholat dhuha?

Niat sholat dhuha cukup di dalam hati. Jika ingin dilafalkan: 'Ushalli sunnatadh dhuhā rak'ataini lillāhi ta'ālā' — 'Saya niat sholat sunnah dhuha dua rakaat karena Allah Ta'ala.' Niat dilakukan saat takbiratul ihram. Yang utama adalah kehadiran niat di hati, bukan ucapan lisannya.

Apa keutamaan sholat dhuha?

Keutamaan sholat dhuha sangat besar: (1) Setiap 2 rakaat dhuha setara dengan sedekah untuk 360 persendian tubuh setiap hari (HR Muslim 720). (2) Allah berfirman dalam hadits qudsi: 'Wahai anak Adam, kerjakanlah untuk-Ku empat rakaat di awal siang, niscaya Aku mencukupkan kebutuhanmu di akhir hari' (HR Tirmidzi 475). (3) Dijuluki sholat al-Awwabin (sholatnya orang-orang yang selalu kembali kepada Allah). (4) Mendatangkan keberkahan rezeki dan kelancaran pekerjaan.

Apakah boleh sholat dhuha di kantor atau sekolah?

Sangat boleh dan justru dianjurkan. Jendela waktu dhuha yang panjang (sekitar 5 jam, dari pagi sampai menjelang Dzuhur) memang dirancang agar mudah dipadukan dengan aktivitas harian. Banyak Muslim Indonesia mengerjakan dhuha di musholla kantor, ruang kosong, atau bahkan meja kerja sebelum mulai bekerja. Cukup 2 rakaat saja sudah dapat keutamaan besar — hanya butuh 3-5 menit.

Bagaimana jika ketiduran dan tidak sempat sholat Subuh?

Jika Anda bangun setelah matahari terbit dan belum sholat Subuh, qodho dulu sholat Subuh segera saat bangun. Setelah itu tunggu sekitar 15-20 menit hingga matahari naik agak tinggi (selesai waktu makruh), baru kerjakan sholat dhuha jika mau. Dhuha bukan pengganti Subuh — keduanya sholat terpisah dan bisa dikerjakan di pagi yang sama.

Panduan terkait

Jangan lewatkan dhuha setiap pagi

Jadwal Sholat Pro mengirim push notification di waktu dhuha pilihan Anda — otomatis, setiap hari, sesuai jam syuruq dan Dzuhur kota Anda.

Mulai Coba 14 Hari Gratis